"Berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: 'Ketahuilah, Aku telah menyerahkan Yerikho ke dalam tanganmu...'" (Yosua 6:2).
Perhatikan, Tuhan tidak berkata, "Aku akan menyerahkan Yerikho," tetapi, "Aku telah menyerahkan Yerikho." Di alam jasmani, tembok Yerikho masih berdiri tegak. Tidak ada tanda-tanda kemenangan. Namun di alam roh, peperangan itu sudah selesai karena Tuhan telah mengucapkan firman-Nya. Ketika Tuhan berbicara, kemenangan sudah dilepaskan. Mungkin hari ini mata Anda masih melihat tembok, tetapi di alam roh Tuhan berkata, "Aku telah memberikannya kepadamu."
Karena itu, seperti Yosua, kita membutuhkan mata rohani untuk melihat apa yang Tuhan lihat. Iman bukanlah melihat hasil akhirnya, melainkan mempercayai perkataan Tuhan sebelum hasil itu terlihat. Banyak orang gagal bukan karena Tuhan tidak memberi janji, tetapi karena mereka berhenti di depan tembok dan tidak dapat melihat kemenangan yang sudah tersedia di alam roh.
Perkataan Tuhan kepada Yosua seperti sebuah kunci yang sudah bertemu dengan gemboknya. Kemenangan sudah disediakan, pintu sudah siap dibuka, tetapi ketaatan Yosualah yang membuat kunci itu berputar. Setiap langkah mengelilingi Yerikho bukanlah usaha untuk mendapatkan kemenangan, melainkan respons iman terhadap kemenangan yang sudah diberikan Tuhan.
kemenangan tidak dimulai ketika tembok runtuh. Kemenangan sudah terjadi ketika kita taat. Pada saat Yosua mengambil langkah pertama dalam ketaatan, sesungguhnya ia sudah menang. Tembok yang runtuh hanyalah manifestasi dari kemenangan yang sudah terjadi di alam roh. Demikian juga dengan hidup kita. Ketika Tuhan sudah berfirman dan kita memilih untuk taat, pada saat itu juga kemenangan telah dimulai, bahkan sebelum mata kita melihat hasil akhirnya.
BHS