Jumat, 05 Juni 2026

Berseru Dalam HadiratNya

        Yoel 2:32 berkata, "Barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan."

Kata "berseru" berasal dari bahasa Ibrani qara', yang berarti memanggil dengan sungguh-sungguh, berteriak meminta pertolongan, atau memanggil nama seseorang dengan penuh ketergantungan. Berseru bukan sekadar mengucapkan nama Tuhan, melainkan respons hati yang menyadari bahwa hanya Tuhan satu-satunya sumber keselamatan dan pertolongan.

Menariknya, ayat ini menghubungkan keselamatan dengan Gunung Sion dan Yerusalem, yang melambangkan tempat hadirat Allah. Ini menunjukkan bahwa keselamatan dan kelepasan ditemukan ketika seseorang datang mendekat kepada Tuhan. Di hadirat-Nya, manusia berhenti mengandalkan kekuatannya sendiri dan mulai bergantung sepenuhnya kepada Dia. Semakin dekat seseorang kepada hadirat Tuhan, semakin dalam seruannya kepada Tuhan.

Tuhan menghendaki kita berseru bukan karena Dia tidak mengetahui kebutuhan kita, tetapi karena seruan menempatkan hati kita dalam posisi yang benar di hadapan-Nya. Berseru menghancurkan kesombongan dan melahirkan ketergantungan kepada Tuhan. Seperti yang pernah dikatakan oleh Leonard Ravenhill, "No man is greater than his prayer life." Kualitas kehidupan rohani seseorang tidak ditentukan oleh apa yang ia ketahui, tetapi oleh seberapa dalam ia mencari Tuhan dalam doa.

Hari ini Tuhan masih mencari orang-orang yang mau datang ke Sion, masuk ke hadirat-Nya, dan berseru kepada nama-Nya. Sebab sering kali jawaban terbesar bukan ditemukan dalam aktivitas kita, melainkan dalam perjumpaan dengan Tuhan. "Orang yang tinggal di hadirat Tuhan akan belajar berseru, dan orang yang berseru akan mengalami keselamatan-Nya."


BHS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar