"Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu." Matius 6:6
Banyak orang datang dalam doa hanya untuk meminta sesuatu kepada Tuhan. Namun doa bukan sekadar tempat menyampaikan kebutuhan, melainkan tempat perjumpaan dengan Bapa. Ketika kita masuk ke dalam kamar dan menutup pintu, Tuhan mulai bekerja lebih dalam daripada yang kita bayangkan. Di hadirat-Nya, ego yang keras dilembutkan, emosi yang tidak terkendali ditenangkan, ketidakbenaran disingkapkan, dan luka-luka yang tersembunyi mulai disembuhkan. Doa bukan hanya mengubah keadaan di sekitar kita, tetapi mengubah hati kita terlebih dahulu.
Raja Daud memahami rahasia ini. Berkali-kali ia datang kepada Tuhan bukan hanya untuk meminta pertolongan, tetapi juga untuk membiarkan Tuhan memeriksa hidupnya. Daud berdoa, “Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku” (Mazmur 139:23). Di hadapan Tuhan, Daud tidak menyembunyikan kegagalannya, rasa sakitnya, maupun pergumulannya. Itulah sebabnya meskipun ia berdosa, hatinya selalu kembali dibentuk oleh Tuhan. Hadirat Allah menjadi tempat pemulihan, pertobatan, dan pembaruan hidupnya.
Setiap kali kita berdoa, ada bagian dalam diri kita yang Tuhan kerjakan. Mungkin Dia mengambil kepahitan yang sudah bertahun-tahun kita simpan, menyembuhkan luka masa lalu yang belum pulih, atau menghancurkan kesombongan yang menghalangi kita melihat kehendak-Nya. Doa bukan hanya tempat kita meminta sesuatu dari Tuhan, tetapi tempat Tuhan mengambil segala sesuatu dari kita yang tidak berasal dari-Nya. Karena itu, jangan hanya mencari tangan Tuhan yang memberi berkat, tetapi carilah wajah-Nya. Sebab setiap orang yang sungguh-sungguh berjumpa dengan Tuhan tidak akan pernah pulang dalam keadaan yang sama.
BHS
Tidak ada komentar:
Posting Komentar