Di pesta Kana, Yesus sengaja memakai enam tempayan batu yang digunakan untuk pembasuhan menurut adat Yahudi
Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung. Yohanes 2:6
Tempayan-tempayan itu melambangkan sistem lama yang berpusat pada ritual penyucian lahiriah. Menariknya, jumlahnya adalah enam, angka yang dalam Alkitab sering dikaitkan dengan manusia dan ketidaksempurnaan. Tempayan-tempayan itu penuh dengan air penyucian, namun tidak mampu membawa manusia kepada kesempurnaan di hadapan Allah. Seperti yang dikatakan oleh Leon Morris, mukjizat ini menunjukkan peralihan dari ritual Yahudi kepada kepenuhan yang ada di dalam Kristus. Apa yang tidak dapat dikerjakan oleh sistem lama dan usaha manusia, digenapi oleh Yesus melalui anugerah-Nya.
Banyak orang percaya masih hidup di sekitar "enam tempayan" mereka sendiri, rutinitas, tradisi, dan aktivitas rohani yang baik tetapi tidak lagi menghasilkan kehidupan. Mereka memiliki air penyucian, tetapi kehilangan anggur sukacita. Mereka memiliki bentuk ibadah, tetapi tidak mengalami kuasa hadirat Tuhan. Yesus tidak datang untuk menambah sedikit anggur ke dalam sistem lama; Ia datang untuk mengubah seluruh isi tempayan. "Agama dapat membersihkan bagian luar, tetapi hanya Kristus yang dapat mengubah isi tempayan." Ketika Yesus hadir, yang tidak sempurna disentuh oleh kesempurnaan-Nya, dan yang biasa diubah menjadi luar biasa.
Hari ini Tuhan sedang memanggil gereja-Nya keluar dari kehidupan yang hanya berpusat pada ritual menuju kehidupan yang dipenuhi Roh Kudus. Tempayan-tempayan lama berbicara tentang apa yang dapat dilakukan manusia, tetapi anggur yang baru berbicara tentang apa yang hanya dapat dilakukan oleh Tuhan. Musim baru membutuhkan hati yang baru. Ketika Kristus memenuhi hidup kita, yang lama tidak lagi menjadi sumber utama kita; hadirat-Nya yang menjadi pusat. Enam tempayan berbicara tentang keterbatasan manusia, tetapi anggur yang baru berbicara tentang kepenuhan Kristus. Tuhan tidak datang untuk menyempurnakan ritual lama; Dia datang untuk menghadirkan kehidupan yang baru.
BHS
Tidak ada komentar:
Posting Komentar