"Larilah menyelamatkan nyawamu, janganlah menoleh ke belakang..." Kejadian 19:17
Kata "menoleh" dalam kisah istri Lot berasal dari kata Ibrani nabat, yang berarti bukan sekadar melihat dengan mata, tetapi memandang dengan perhatian, kerinduan, dan keterikatan hati. Tubuhnya memang sedang keluar dari Sodom, tetapi hatinya masih tertinggal di sana. Alkitab tidak menjelaskan secara rinci apa yang sedang ia rindukan, namun sangat mungkin ia sedang memandang kembali kepada kehidupan yang ditinggalkannya—rumah, harta, kenyamanan, dan segala sesuatu yang pernah memberinya rasa aman. Apa yang ada di belakangnya masih menarik hatinya, sehingga pandangannya tidak lagi tertuju kepada keselamatan yang Tuhan sediakan di depan.
Sering kali yang membuat seseorang menoleh ke belakang bukan hanya kegagalan, tetapi juga keberhasilan. Keberhasilan masa lalu dapat menjadi tempat yang nyaman untuk dikenang dan dibanggakan, sampai-sampai kita berhenti mengikuti langkah Tuhan yang sedang bergerak ke depan. Kita mulai hidup dari cerita lama, pengalaman lama, dan kemenangan lama. Namun pertobatan selalu mengarahkan pandangan ke depan. Paulus berkata, "...aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku" (Filipi 3:13). Pertobatan bukan sekadar berbalik dari dosa, tetapi berbalik kepada tujuan Tuhan. Orang yang bertobat tidak hidup dari apa yang pernah Tuhan lakukan, melainkan terus mengejar apa yang sedang Tuhan kerjakan hari ini.
Hari ini Tuhan sedang bertanya: Apa yang sedang menjadi kerinduanmu? Sebab arah hidup ditentukan oleh arah pandangan, dan arah pandangan ditentukan oleh kerinduan hati. Jika hati terus melekat pada masa lalu, kita akan selalu menoleh ke belakang. Tetapi jika hati tertuju kepada Tuhan, kita akan memiliki keberanian untuk melangkah ke depan, meskipun belum melihat seluruh jawabannya. Jangan biarkan keberhasilan kemarin menjadi penghalang bagi ketaatan hari ini. Tuhan tidak memanggil kita untuk tinggal dalam kenangan masa lalu, tetapi untuk berjalan menuju masa depan-Nya. Keberhasilan sering membuat seseorang menoleh ke belakang, tetapi pertobatan sejati selalu membuat seseorang memandang ke depan.
BHS
Tidak ada komentar:
Posting Komentar