"Jika engkau telah berlari dengan orang berjalan kaki, dan engkau telah dilelahkan, bagaimanakah engkau hendak berpacu melawan kuda?" Yeremia 12:5
Yeremia dikenal sebagai the weeping prophet, nabi yang menangis karena beban Tuhan atas bangsanya. Dalam Yeremia 12:1-4, ia datang kepada Tuhan dengan banyak pertanyaan: "Mengapa orang fasik berhasil? Mengapa mereka yang tidak setia hidup tenteram?" Hatinya lelah melihat kenyataan yang bertolak belakang dengan keadilan Tuhan. Namun Tuhan tidak menjawab semua pertanyaannya. Sebaliknya, Tuhan mengarahkan pandangannya kepada sesuatu yang lebih besar: kekuatan untuk menyelesaikan panggilan.
Melalui ayat 5, Tuhan seakan berkata, "Yeremia, ini belum akhir perjalananmu. Jika perlombaan yang sekarang saja membuatmu lelah, bagaimana engkau akan menghadapi musim yang lebih besar di depan?" Tuhan tidak sedang menolak pergumulan Yeremia, tetapi sedang membentuk kapasitasnya. Banyak orang ingin melihat perkara-perkara besar dari Tuhan, tetapi tidak mau dibentuk melalui proses yang panjang. Kerajaan Allah tidak dibangun oleh mereka yang kuat sesaat, tetapi oleh mereka yang tetap setia ketika perjalanan menjadi berat. yang dibutuhkan adalah ketaatan yang panjang! Long Obedience!
Mengikut Tuhan bukanlah lari sprint, melainkan maraton. Akan ada musim ketika kita harus berlari dengan orang berjalan kaki, dan akan ada musim ketika Tuhan memanggil kita berpacu dengan kuda. Karena itu jangan menyerah di tengah jalan. Biarlah setiap tantangan membangun ketekunan, setiap air mata memperdalam karakter, dan setiap proses memperbesar kapasitas kita. Tuhan sedang mempersiapkan generasi yang bukan hanya dapat memulai dengan api, tetapi juga menyelesaikan perlombaan sampai garis akhir dengan tetap menyala bagi-Nya.
BHS
Tidak ada komentar:
Posting Komentar