Selasa, 30 Juni 2026

Jangan Kehilangan Yang Penting

 «"Samuel yang muda itu menjadi pelayan TUHAN di bawah pengawasan Eli. Pada masa itu firman TUHAN jarang; penglihatan-penglihatan pun tidak sering. Pada suatu hari Eli, yang matanya mulai kabur dan tidak dapat melihat dengan baik, sedang berbaring di tempat tidurnya." (1 Samuel 3:1-2)»

Pada zaman Imam Eli, Alkitab menggambarkan kondisi rohani yang memprihatinkan. Firman Tuhan jarang terdengar dan penglihatan-penglihatan dari Tuhan tidak lagi umum terjadi. Ketika manusia kehilangan penghargaan terhadap firman Tuhan, mereka mulai kehilangan arah dan kejelasan. Kekeringan rohani tidak dimulai ketika aktivitas berhenti, tetapi ketika suara Tuhan tidak lagi menjadi pusat kehidupan umat-Nya.

Menariknya, tepat setelah Alkitab mencatat bahwa firman Tuhan jarang dan penglihatan tidak sering, disebutkan bahwa mata Eli mulai kabur dan tidak dapat melihat dengan baik. Ini bukan sekadar catatan kondisi fisik seorang imam yang menua, tetapi juga gambaran kondisi rohani sebuah generasi. Ketika firman menjadi langka, penglihatan pun menjadi kabur. Ketika suara Tuhan tidak lagi didengar, kemampuan untuk melihat apa yang Tuhan sedang kerjakan juga mulai memudar.

Namun di tengah generasi yang kehilangan penglihatan, Tuhan sedang mempersiapkan Samuel. Ketika Eli mulai kehilangan kemampuan untuk melihat, Samuel mulai belajar mendengar suara Tuhan. A.W. Tozer pernah berkata, "Nothing less than a whole Bible can make a whole Christian." ("Tidak ada yang kurang dari seluruh firman Tuhan yang dapat membentuk seorang Kristen yang utuh.") Hari ini Tuhan sedang mencari orang-orang yang kembali mencintai firman-Nya. Sebab ketika firman kembali menjadi pusat kehidupan, mata rohani akan terbuka, penglihatan dipulihkan, dan kita akan melihat apa yang Tuhan sedang kerjakan di zaman ini.


BHS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar