"Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku kepadaku tidak sia-sia." 1 Korintus 15:10 (TB)
Jangan pernah lupa dari "kantong sampah" kalimt ini selalu mengingatkan saya selama 22 tahun melayani Tuhan. dari mana Tuhan memungut kita. Sebelum kita mengenal-Nya, kita adalah orang-orang yang tersesat oleh dosa, berjalan menurut kehendak sendiri, dan tidak memiliki apa pun yang dapat kita banggakan di hadapan Tuhan. Jika hari ini hidup kita dipulihkan, keluarga kita diberkati, pelayanan kita dipakai, atau pintu-pintu kesempatan terbuka, itu bukan karena kita lebih baik daripada orang lain. Semua itu adalah bukti kasih karunia Tuhan yang bekerja dalam hidup kita. Apa yang tidak layak kita terima, justru diberikan-Nya dengan cuma-cuma. Karena itu, setiap kali kita melihat berkat Tuhan dalam hidup kita, biarlah hati kita kembali mengingat bahwa semuanya berawal dari kasih karunia-Nya.
Sering kali manusia lebih mudah mengingat pertolongan Tuhan saat berada di lembah daripada saat berada di puncak. Ketika keadaan sulit, kita berseru kepada Tuhan. Namun ketika doa dijawab, pelayanan berkembang, usaha berhasil, dan kehidupan mulai berjalan baik, kita perlahan dapat kehilangan rasa kagum terhadap anugerah-Nya. Kita mulai menganggap berkat sebagai sesuatu yang biasa dan keberhasilan sebagai hasil kemampuan sendiri. Inilah sebabnya kita perlu terus mengingat kasih karunia Tuhan setiap hari. Sebab tanpa penyertaan-Nya, kita tidak dapat melakukan apa-apa. Setiap talenta, setiap kesempatan, setiap hubungan yang baik, setiap pintu yang terbuka, bahkan setiap napas yang kita hirup adalah pemberian dari tangan-Nya yang penuh kasih.
Seperti perkataan John Newton, "By the grace of God, I am not what I once was" "Oleh kasih karunia Allah, aku bukan lagi seperti diriku yang dahulu." Kalimat ini mengingatkan kita bahwa perjalanan hidup kita adalah kisah tentang anugerah, bukan tentang kehebatan manusia. Karena itu, jangan pernah kehilangan rasa syukur dan jangan pernah melupakan kasih karunia yang telah menyelamatkan, memulihkan, dan mengangkat hidup kita. Semakin tinggi Tuhan membawa kita, semakin dalam kita harus berakar dalam kerendahan hati. Ketika kita terus mengingat kasih karunia-Nya, kita akan terhindar dari kesombongan, tetap memiliki hati yang lembut di hadapan Tuhan, dan memberikan seluruh kemuliaan hanya kepada Dia. Sebab pada akhirnya, semua yang kita miliki, semua yang kita capai, dan semua yang kita menjadi adalah karena kasih karunia Allah semata.
BHS
Tidak ada komentar:
Posting Komentar