"Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu." Efesus 4:1
Karier dikenal manusia, tetapi panggilan dikenal Allah. Karier dapat membuat namamu dikenal di perusahaan, organisasi, atau masyarakat. Namun panggilan membuat namamu dikenal di hadapan Tuhan. Karier diukur dari jabatan, penghasilan, dan pencapaian. Panggilan diukur dari ketaatan, kesetiaan, dan buah bagi Kerajaan Allah.
Menariknya, ketika Paulus menulis Efesus 4:1, ia tidak sedang menikmati puncak pelayanannya, tetapi berada di dalam penjara. Secara karier, dunia mungkin melihat Paulus sebagai orang yang gagal. Seorang tahanan yang kehilangan kebebasan, mimbar, dan pelayanannya. Namun surga tetap mengenalnya sebagai seorang rasul. Karena itu Paulus tidak menulis, "Hiduplah sesuai dengan kariermu," melainkan, "Hiduplah berpadanan dengan panggilanmu." Penjara tidak dapat menghentikan panggilan, sebab panggilan tidak ditentukan oleh posisi, melainkan oleh Pribadi yang memanggil. Rantai dapat mengikat tangan Paulus, tetapi tidak pernah mengikat tujuan Allah atas hidupnya.
Karena itu, jika hari ini engkau merasa pekerjaan atau kariermu adalah panggilan Tuhan, ada satu pertanyaan yang harus dijawab dengan jujur: Apa dampaknya bagi Kerajaan Allah? Apakah melalui profesimu orang semakin mengenal Kristus? Apakah kehadiranmu membawa terang di tengah kegelapan? Apakah keputusan-keputusanmu mencerminkan nilai-nilai Kerajaan? Apakah hidupmu sedang memuridkan, membangun, dan membawa jiwa kepada Tuhan? Jika karier hanya membesarkan nama kita, tetapi tidak memuliakan nama Yesus, maka kita mungkin sedang membangun karier, tetapi belum tentu sedang menghidupi panggilan. Panggilan tidak pernah diukur dari di mana kita bekerja, tetapi untuk siapa kita bekerja. Kantor, sekolah, pasar, ruang kelas, rumah sakit, atau tempat usaha bukan sekadar tempat mencari nafkah, tetapi medan pengutusan. Karier hanyalah platform; panggilan adalah misinya. Tuhan tidak sedang mencari orang yang sekadar berhasil di dunia, tetapi orang-orang yang melalui kariernya menghadirkan pemerintahan Kerajaan Allah di bumi.
Hari ini, jangan hanya mengejar karier yang lebih tinggi. Kejarlah hidup yang berpadanan dengan panggilan, seperti yang dinasihatkan Paulus. Sebab pada akhirnya Tuhan tidak akan bertanya, "Seberapa tinggi jabatanmu?" melainkan, "Apakah hidupmu menghidupi panggilan yang telah Kuberikan, dan apakah melalui hidupmu Kerajaan-Ku dinyatakan?"
BHS
Tidak ada komentar:
Posting Komentar