Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga. Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah—sebab Ia memberikannya kepada yang dikasihi-Nya pada waktu tidur. Mazmur 127:1- 2
Di zaman yang mengagungkan produktivitas, kita mudah berpikir bahwa semakin keras kita bekerja, semakin besar hasil yang akan kita peroleh. Namun Mazmur 127 mengingatkan bahwa kerja keras tanpa penyertaan Tuhan hanya menghasilkan kelelahan. Tuhan tidak menentang kerja, tetapi Ia menentang kehidupan yang dibangun dengan kekuatan sendiri. Kita bisa sibuk melayani, membangun bisnis, mengejar karier, bahkan melakukan banyak aktivitas rohani, tetapi bila Tuhan bukan pusatnya, semua itu kehilangan nilai yang kekal.
Salah satu contoh yang nyata adalah Evan Roberts. Sebelum Tuhan memakainya dalam Kebangunan Rohani Wales, Roberts tidak mengandalkan strategi atau program yang megah. Ia dikenal sebagai seorang yang bertekun berdoa berjam-jam setiap hari, bahkan sering berdoa hingga larut malam dengan satu kerinduan: "Tuhan, bengkokkan aku sesuai kehendak-Mu." Ketika Tuhan membangun terlebih dahulu kehidupan pribadinya, kebangunan rohani pun melanda Wales. Dalam waktu singkat, lebih dari seratus ribu orang bertobat, bukan karena kepandaian manusia, tetapi karena Tuhan sendiri yang bekerja.
Sering kali kita meminta Tuhan memberkati apa yang sedang kita bangun. Padahal pertanyaan yang lebih penting adalah: apakah kita sedang membangun apa yang Tuhan kehendaki? Ada perbedaan besar antara mengundang Tuhan masuk ke dalam rencana kita dan menyerahkan diri untuk masuk ke dalam rencana Tuhan. Ketika Tuhan menjadi Arsitek kehidupan kita, damai menggantikan kecemasan, dan penyertaan-Nya menghasilkan buah yang tidak dapat dikerjakan oleh kemampuan manusia semata.
Hari ini, jangan hanya bertanya, "Apa lagi yang harus saya kerjakan?" Bertanyalah, "Tuhan, apa yang sedang Engkau bangun melalui hidupku?" Sebab keberhasilan sejati bukanlah ketika kita berhasil membangun sesuatu yang besar, melainkan ketika Tuhan sendiri menjadi Pembangun utama kehidupan, keluarga, pelayanan, dan masa depan kita. Apa yang dibangun bersama Tuhan mungkin bertumbuh perlahan, tetapi akan berdiri kokoh dan menghasilkan dampak yang kekal.
BHS
Tidak ada komentar:
Posting Komentar