Minggu, 02 Agustus 2026

Kebiasaan Buruk Dapat Merusak Tujuan Tuhan

 Tangkaplah bagi kami rubah-rubah, rubah-rubah kecil, yang merusak kebun-kebun anggur, sebab kebun-kebun anggur kami sedang berbunga." (Kidung Agung 2:15)

Sering kali kita berjaga-jaga terhadap dosa besar, tetapi lupa bahwa yang paling sering merusak kehidupan rohani adalah "rubah-rubah kecil." Seekor rubah tampak kecil dan tidak berbahaya, namun ketika dibiarkan masuk ke kebun anggur, ia merusak tanaman yang sedang bertumbuh. Demikian pula, tujuan Tuhan dalam hidup kita sering kali tidak dihancurkan oleh satu kegagalan besar, melainkan oleh kebiasaan-kebiasaan kecil yang dianggap biasa.

Kebiasaan menunda ketaatan, doa yang mulai diabaikan, firman yang jarang dibaca, sikap mudah mengeluh, kompromi kecil terhadap dosa, atau hidup tanpa disiplin rohani adalah rubah-rubah kecil. Awalnya tampak tidak berarti, tetapi sedikit demi sedikit menggerogoti kehidupan rohani hingga buah yang seharusnya dihasilkan menjadi rusak.

Perhatikan bahwa kebun anggur dalam ayat ini sedang berbunga. Artinya, justru ketika kehidupan mulai bertumbuh dan panggilan Tuhan mulai terlihat, rubah-rubah kecil datang untuk merusaknya. Iblis sering tidak perlu menjatuhkan seseorang dengan satu serangan besar; cukup membuatnya memelihara kebiasaan kecil yang salah sampai tujuan Tuhan perlahan memudar. Hari ini, Tuhan tidak hanya memanggil kita untuk mengusir "singa" atau "beruang", tetapi juga menangkap rubah-rubah kecil. Periksalah kebiasaan-kebiasaan yang selama ini dianggap sepele. Sebab ketika rubah-rubah kecil disingkirkan, kehidupan akan tetap berbuah, karakter akan semakin serupa Kristus, dan tujuan Tuhan dapat digenapi dengan penuh.


BHS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar