Selasa, 11 Agustus 2026

Iman Menerima maka Realita Mendapat

 “Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.”  Markus 11:24 (TB)

Kata “telah menerima” berasal dari bahasa Yunani elabete,  menerima, mengambil, memperoleh. Menariknya, Yesus tidak berkata, “Percayalah bahwa kamu akan menerima,” tetapi “percayalah bahwa kamu telah menerima.” Iman bekerja dengan cara yang berbeda dari logika manusia: manusia berkata, “Aku percaya karena aku sudah melihat,” tetapi iman berkata, “Aku percaya karena Allah sudah berkata, meskipun aku belum melihat.”

Ada jarak antara menerima dalam iman dan melihat dalam kenyataan. Tangan kita mungkin belum memegangnya, pintu mungkin belum terbuka, keadaan mungkin belum berubah, tetapi iman mengambil posisi berdasarkan apa yang dipercayainya tentang Allah. Iman tidak menunggu manifestasi untuk percaya; iman berdiri dalam kepercayaan sambil menantikan manifestasi. Yang belum terlihat bukan berarti Allah belum bekerja.

Tetapi Yesus memulai pengajaran ini dengan “Percayalah kepada Allah!” (Markus 11:22). Jadi iman bukan mempercayai keinginan kita; iman mempercayai Allah. Kita berdoa bukan untuk memaksa Allah mengikuti kehendak kita, tetapi karena kita mengenal Dia sebagai Bapa yang berkuasa dan setia. Karena itu, ketika jawaban belum terlihat, kita tidak mundur dalam ketakutan. Kita tetap berdiri dalam iman.

Hari ini, jangan biarkan apa yang belum terlihat menentukan apa yang kamu percayai. Mungkin secara natural belum ada apa-apa, tetapi secara iman engkau sudah mengambil posisi menerima. Jangan berkata, “Aku akan percaya kalau sudah terjadi.” Katakan, “Aku percaya kepada Allah, dan aku berdiri teguh atas apa yang Dia katakan.” Sebab iman bukan sekadar menunggu sesuatu terjadi, iman adalah berdiri teguh sampai apa yang dipercayai kepada Allah menjadi nyata.


BHS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar