"bukan hanya tidak tahu kebenaran, tetapi ketika seseorang mendengar kebenaran lalu memilih untuk menolaknya."
Banyak orang berpikir bahwa ketidakpercayaan hanya dimiliki oleh mereka yang belum pernah mendengar tentang Tuhan. Namun Alkitab menunjukkan bahwa ketidakpercayaan sering kali terjadi ketika seseorang sudah mendengar suara Tuhan, melihat pekerjaan-Nya, bahkan memahami kehendak-Nya, tetapi tetap memilih untuk tidak taat. Ketidakpercayaan bukan masalah kurangnya informasi, melainkan masalah respons hati terhadap kebenaran yang telah dinyatakan.
Bangsa Israel adalah contoh yang jelas. Mereka melihat Laut Teberau terbelah, makan manna dari surga, dan menyaksikan tiang awan serta tiang api setiap hari. Namun ketika tiba di perbatasan Tanah Perjanjian, mereka menolak mempercayai firman Tuhan karena lebih fokus kepada raksasa daripada kepada Allah yang telah membawa mereka keluar dari Mesir. Mereka mendengar janji Tuhan, tetapi memilih mempercayai ketakutan mereka. Itulah ketidakpercayaan.
Ibrani 3:19 "Demikianlah kita lihat, bahwa mereka tidak dapat masuk oleh karena ketidakpercayaan mereka."
Sering kali ketidakpercayaan tidak muncul dalam bentuk penolakan yang terang-terangan terhadap Tuhan, tetapi dalam bentuk keraguan yang terus dipelihara, ketakutan yang lebih dipercaya daripada firman, dan penundaan untuk menaati apa yang sudah Tuhan katakan. Ketika Tuhan berkata "melangkahlah", tetapi kita memilih bertahan karena merasa lebih aman; ketika Tuhan berkata "jangan takut", tetapi kita terus memberi makan kekhawatiran; atau ketika Tuhan memanggil kita untuk taat, tetapi kita mencari alasan untuk menundanya—pada saat itulah ketidakpercayaan sedang bekerja di dalam hati. Iman bukanlah mengetahui banyak tentang Tuhan, melainkan mempercayai-Nya sampai kita berani bertindak berdasarkan firman-Nya. Sebab kebenaran yang hanya didengar tetapi tidak dipercayai tidak akan pernah menghasilkan kehidupan yang Tuhan sediakan bagi kita.
BHS