Roh Kudus sering bekerja seperti angin. Kadang terasa begitu kuat, kadang begitu lembut, bahkan kadang seolah tidak terasa sama sekali. Tetapi bukan berarti Ia tidak ada. Banyak orang terlalu fokus mencari pengalaman besar sampai lupa bahwa Roh Kudus juga berbicara lewat dorongan kecil di hati, kerinduan untuk berdoa, rasa haus akan firman, atau damai sejahtera yang menuntun langkah kita. Angin tidak selalu terlihat, tetapi pohon yang bergerak membuktikan bahwa angin itu nyata. Demikian juga hidup yang berubah membuktikan bahwa Roh Kudus sedang bekerja.
“Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh.” Yohanes 3:8
Hari-hari ini dunia begitu penuh dengan kebisingan. Kesibukan, media sosial, ambisi, dan tekanan hidup sering membuat hati menjadi tumpul terhadap suara Roh Kudus. Kita bisa sibuk melayani Tuhan tetapi jarang berhenti untuk menikmati hadirat-Nya. Padahal Roh Kudus bukan hanya kuasa untuk pelayanan, tetapi pribadi yang rindu berjalan dekat dengan kita setiap hari. Leonard Ravenhill pernah berkata, “The Holy Ghost does not come to make us comfortable, but to make us conform to Christ.” Roh Kudus tidak datang hanya untuk memberi kenyamanan, tetapi untuk membentuk hidup kita semakin serupa dengan Kristus.
Mari mulai belajar lebih peka terhadap keberadaan Roh Kudus. Luangkan waktu untuk diam di hadapan Tuhan, mendengar suara-Nya, dan menaati dorongan kecil yang Ia taruh dalam hati. Jangan hanya mencari Tuhan saat butuh jawaban atau mujizat, tetapi bangunlah hubungan yang intim dengan-Nya setiap hari. Sebab sering kali hidup seseorang diubahkan bukan oleh suara yang keras, tetapi oleh bisikan lembut Roh Kudus yang ditaati.
BHS
Tidak ada komentar:
Posting Komentar