Selasa, 05 Mei 2026

Tuhan Tidak Pernah Absen - Jevoha Shammah

             Dalam perjalanan hidup, sering kali kita menilai kehadiran Tuhan berdasarkan apa yang kita rasakan. Ketika doa terasa dijawab, kita berkata Tuhan dekat. Tetapi saat langit terasa diam, kita mulai berpikir Tuhan jauh. Padahal kebenarannya tidak pernah berubah: Tuhan tetap ada, bahkan ketika perasaan kita tidak merasakannya. Firman Tuhan berkata

 “TUHAN itu dekat kepada setiap orang yang berseru kepada-Nya, kepada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan.”  Mazmur 145:18

Jehova Shammah bukan tentang naik turunnya emosi kita, tetapi tentang kesetiaan Tuhan yang tidak pernah berubah. Bangsa Israel menjadi contoh yang nyata. Mereka melihat laut terbelah, manna turun dari surga, dan tiang awan serta tiang api yang memimpin mereka setiap hari. Namun ironisnya, mereka tetap bersungut-sungut dan hidup dalam ketakutan. Mengapa? Karena mereka lebih fokus pada masalah daripada hadirat Tuhan. Mereka keluar dari Mesir secara fisik, tetapi cara pikir mereka masih terikat pada ketakutan dan kekurangan. Padahal Tuhan sudah berjanji, 

“TUHAN, Allahmu, berjalan di depanmu; Ia akan menyertai engkau, Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.” Ulangan 31:8.  “Kesadaran akan hadirat Tuhan menentukan cara kita merespon setiap musim kehidupan.”

Hari ini, kita perlu menegaskan kembali satu kebenaran yang tidak bisa digoyahkan: Tuhan tidak pernah absen. Dia selalu ada. Bukan kadang-kadang, bukan hanya di saat baik, dan bukan hanya ketika kita merasakan sesuatu. Dia ada setiap waktu. Ketika kamu merasa sendiri, Dia ada. Ketika keadaan tidak berubah, Dia tetap ada. Ketika semua orang pergi, Dia tidak pergi. Firman Tuhan berkata,

 “Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku.” Mazmur 23:4. 

Jehova Shammah adalah realitas yang harus kita hidupi setiap hari: Dia selalu ada, setia menyertai, dan tidak pernah meninggalkan hidupmu.


BHS 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar