Minggu, 17 Mei 2026

Tuhan tidak pernah terkejut

              Di loteng Yerusalem, banyak orang membaca kisah itu seolah-olah Roh Kudus datang secara tiba-tiba—angin keras bertiup, lidah-lidah seperti api turun, dan semuanya terjadi dalam sekejap. Tetapi bagi Tuhan, itu bukan kejadian mendadak. Surga tidak pernah panik. Tuhan tidak pernah terlambat ataupun terburu-buru. Selama sepuluh hari para murid menunggu dan berdoa, sebenarnya Tuhan sedang membawa waktu-Nya menuju penggenapan yang sempurna. Apa yang terlihat “tiba-tiba” di bumi, sesungguhnya sudah dirancang sejak kekekalan di surga.

Bagi manusia itu mendadak, tetapi bagi Tuhan itu adalah waktu yang sudah matang. Tuhan adalah Alfa dan Omega, awal dan akhir. Dia pemilik waktu. Dia yang menetapkan musim, membuka pintu, dan menggenapi janji tepat pada waktunya. Murid-murid mungkin tidak memahami mengapa mereka harus menunggu, tetapi Tuhan tahu bahwa ada momentum ilahi yang sedang dipersiapkan. Kadang kita mengira Tuhan diam, padahal Dia sedang menyusun waktu dengan sempurna.

Sering kali kita juga hidup dalam musim penantian. Kita berdoa, menunggu jawaban, menunggu lawatan, menunggu pintu terbuka. Namun loteng Yerusalem mengajarkan bahwa penantian bersama Tuhan tidak pernah sia-sia. Setiap doa yang dinaikkan sedang membangun ruang bagi pencurahan-Nya. Setiap hari penantian sedang mempersiapkan hati untuk menerima sesuatu yang lebih besar daripada yang bisa dibayangkan manusia.

“Tetapi apabila genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya...” Galatia 4:4.

Tuhan bekerja berdasarkan waktu-Nya, bukan kepanikan manusia. Dan ketika waktu-Nya tiba, tidak ada yang dapat menghentikan apa yang sudah Dia tetapkan. Angin dan api di loteng Yerusalem adalah bukti bahwa Tuhan selalu datang tepat waktu—tidak pernah terlalu cepat, tidak pernah terlambat.


BHS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar