Hari ini kita memperingati Hari kenaikan Tuhan Yesusm Kenaikannya bukan sekadar cerita tentang Yesus kembali ke Surga. Ada sebuah keputusan ilahi yang sangat dalam di sana: Yesus pergi dengan sengaja dan meninggalkan murid-murid-Nya di bumi. Ia tidak membawa mereka keluar dari dunia, walaupun dunia penuh kegelapan, tekanan, dan kebencian. Dalam Bible Yesus berkata,
“Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia…” yoh 17:15
Mengapa? Karena tugas Kerajaan belum selesai. Murid-murid bukan dipanggil untuk melarikan diri dari dunia, tetapi untuk menghadirkan Surga di tengah dunia.
Menariknya, dalam doa Yohanes 17, Yesus berulang kali berkata, “Aku telah…” — “Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka”, “Aku telah menyatakan nama-Mu kepada mereka”, “Aku telah menjaga mereka”. Yesus sedang menunjukkan bahwa Ia telah menyelesaikan bagian-Nya dan sekarang mandat itu didelegasikan kepada murid-murid-Nya. Kenaikan Yesus bukan akhir pelayanan Kristus, tetapi perpindahan tanggung jawab kepada gereja melalui Roh Kudus. Yesus naik ke Surga bukan supaya gereja menjadi penonton, tetapi supaya gereja berjalan sebagai tubuh Kristus di bumi. Ia pergi secara fisik, tetapi Roh Kudus datang supaya pekerjaan Kerajaan terus bergerak melalui hidup orang percaya.
Ada paradoks besar dalam kehidupan orang percaya: kita tinggal di bumi, tetapi bukan berasal dari bumi. Kita hidup di tengah sistem Babel, tetapi tidak membawa roh Babel. Dunia mengajarkan kompromi, ambisi, dan hidup bagi diri sendiri, tetapi Kerajaan Allah memanggil kita hidup dengan nilai Surga. Itulah sebabnya kenaikan Yesus bukan panggilan untuk pasif menunggu kedatangan-Nya kembali, melainkan panggilan untuk mengambil tongkat estafet misi Kerajaan. Leonard Ravenhill pernah berkata, “The opportunity of a lifetime must be seized within the lifetime of the opportunity.” Generasi ini tidak dipanggil hanya mengagumi Yesus yang naik ke Surga, tetapi melanjutkan pekerjaan-Nya di bumi bersama Roh Kudus.
BHS
Tidak ada komentar:
Posting Komentar