Rabu, 06 Mei 2026

Tujuan Akhir

  “Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.” 1 kor 6:17

              Tujuan akhir hidup manusia bukanlah menjadi berhasil di muka bumi, memiliki nama besar, posisi, pengaruh, atau otoritas rohani. Semua itu bisa berlalu. Tujuan terbesar manusia adalah menjadi satu dengan Tuhan. Paulus memakai kata “mengikatkan diri” dari bahasa Yunani kollaō, yang berarti melekat erat, menempel kuat, menyatu dan tidak terpisahkan. Tuhan tidak sedang mencari orang yang hanya aktif melayani-Nya, tetapi orang yang mau melekat kepada hati-Nya. Kekristenan bukan perjalanan mengejar sesuatu dari Tuhan, tetapi perjalanan menyatu dengan Pribadi Tuhan itu sendiri.

Banyak orang mengejar urapan, kuasa, jabatan, bahkan pelayanan yang besar, tetapi lupa bahwa inti dari semuanya adalah kasih. Pada akhirnya surga tidak dipenuhi oleh orang-orang yang hebat, tetapi oleh orang-orang yang hidupnya melekat kepada Tuhan. Semakin seseorang mengikatkan dirinya kepada Tuhan, semakin ia kehilangan ambisi dirinya sendiri dan mulai dipenuhi oleh hati Bapa. Ia tidak lagi hidup untuk membangun kerajaannya, tetapi hidup untuk mengenal dan mengasihi Tuhan lebih dalam. Sebab tujuan tertinggi manusia bukan menjadi terkenal di bumi, tetapi menjadi mempelai yang menyatu dengan Sang Raja.

Ketika seseorang benar-benar mengikatkan dirinya kepada Tuhan, ia akan mulai membawa kasih Tuhan ke mana pun ia pergi. Kasih itu mengubah cara berpikir, cara berbicara, dan cara hidupnya. Ia tidak lagi mencari dirinya sendiri, tetapi mulai hidup bagi Tuhan dan bagi jiwa-jiwa. Inilah panggilan kekristenan yang sesungguhnya: bukan sekadar percaya kepada Tuhan, tetapi melekat kepada-Nya sampai menjadi satu roh dengan Dia.


BHS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar