"Orang yang tergesa-gesa akan mengalami kekurangan." (Amsal 21:5)
"Siapa yang terburu-buru dengan kakinya, akan berbuat salah." (Amsal 19:2)
Tekanan sering kali membuat seseorang mengambil keputusan dengan cepat. Namun, Alkitab mengajarkan bahwa tidak semua keputusan yang cepat adalah keputusan yang benar. Banyak orang kehilangan arah bukan karena kurang kemampuan, melainkan karena bertindak sebelum mendengar suara Tuhan. Ketergesaan sering lahir dari ketakutan, kepanikan, atau keinginan mengendalikan keadaan sendiri, bukan dari iman.
Raja Saul adalah contoh yang jelas. Ketika bangsa Filistin semakin mendekat dan rakyat mulai meninggalkannya, ia merasa waktunya sudah habis. Karena Samuel belum datang, Saul mengambil keputusan mempersembahkan korban sendiri (1 Samuel 13:8-14). Secara manusiawi tindakannya terlihat masuk akal, tetapi secara rohani ia telah melangkahi otoritas Tuhan. Ketergesaan itu membuatnya kehilangan kerajaan yang telah Tuhan percayakan kepadanya.
Sebaliknya, Daud menunjukkan hati yang berbeda. Ketika ia kembali ke Ziklag dan mendapati kota itu dibakar habis, istri, anak-anak, dan seluruh harta benda telah ditawan musuh, keadaannya jauh lebih mendesak daripada Saul. Bahkan orang-orangnya ingin melemparinya dengan batu. Namun Daud tidak bertindak menurut emosinya. Alkitab berkata, "Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada TUHAN, Allahnya," lalu ia meminta imam membawa efod dan bertanya kepada Tuhan: "Haruskah aku mengejar gerombolan itu?" (1 Samuel 30:6-8). Setelah menerima jawaban Tuhan, barulah Daud bergerak, dan hasilnya ia memperoleh kembali semuanya tanpa kehilangan satu pun.
Jangan biarkan keadaan mendesak memaksa kita mengambil keputusan yang tidak pernah diperintahkan Tuhan. Musuh sering memakai tekanan untuk membuat kita bertindak sebelum waktunya. Tetapi orang yang berjalan bersama Tuhan tahu bahwa menunggu jawaban Tuhan tidak pernah membuang waktu. Lebih baik terlambat beberapa saat tetapi berada dalam kehendak Tuhan, daripada bergerak cepat namun keluar dari rencana-Nya. Kecepatan tidak pernah lebih penting daripada ketaatan.
BHS
Tidak ada komentar:
Posting Komentar