Selasa, 21 Juli 2026

Hai Kamu yang Melupakan Allah


"Perhatikanlah ini, hai kamu yang melupakan Allah, supaya jangan Aku menerkam, dan tidak ada yang melepaskan." (Mazmur 50:22).

Sering kali kita hanya mengenal Allah sebagai Bapa yang penuh kasih, Gembala yang baik, dan Sahabat yang setia. Semua itu benar. Namun kita sering melupakan bahwa Dia juga adalah Singa dari Yehuda (Wahyu 5:5). Singa tidak hanya mengaum kepada musuh di luar, tetapi juga menerkam segala sesuatu yang melawan kekudusan-Nya di dalam diri kita: kesombongan, kelaliman, kompromi, kemunafikan, dan pemberontakan. Kasih Allah tidak pernah bertentangan dengan kekudusan-Nya.

Kalimat pembuka mazmur ini sangat keras: "Hai kamu yang melupakan Allah!" Melupakan Allah bukan berarti berhenti datang ke gereja atau berhenti berdoa. Seseorang dapat tetap melayani, berkhotbah, bahkan dipakai Tuhan, tetapi perlahan kehilangan rasa takut akan Dia. Raja Saul adalah contohnya. Ia masih memimpin Israel, tetapi lebih memilih menjaga reputasinya daripada menaati suara Tuhan. Akhirnya, yang diterkam bukan tubuhnya, melainkan kesombongan dan ketidaktaatannya. Allah tidak bisa dipermainkan. Apa yang tidak kita serahkan untuk dihancurkan oleh Tuhan, pada akhirnya akan menghancurkan kita.

Revivalis besar Leonard Ravenhill pernah berkata, "The only reason we don't have revival is because we are willing to live without it." ("Satu-satunya alasan kita tidak mengalami kebangunan rohani adalah karena kita bersedia hidup tanpanya.") Kebangunan rohani selalu dimulai ketika manusia berhenti melupakan Allah dan kembali gemetar di hadapan kekudusan-Nya. Sebelum Tuhan memakai kita dengan kuasa-Nya, Ia akan lebih dahulu menerkam kesombongan kita dengan hadirat-Nya. Sebab Allah tidak sedang mencari orang yang hebat, tetapi hati yang hancur, bertobat, dan sepenuhnya tunduk kepada-Nya.


BHS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar