"Sebab sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar..." (1 Korintus 13:12)
Sering kali kita mengambil kesimpulan hanya dari sebagian kecil yang kita lihat. Kita melihat satu peristiwa, lalu menganggap kita sudah memahami seluruh rencana Tuhan. Kita melihat kegagalan, lalu berkata hidup sudah berakhir. Kita melihat penundaan, lalu mengira Tuhan tidak bekerja. Padahal, yang kita lihat hanyalah sebagian, bukan keseluruhan.
Ada sebuah kisah tentang pembuatan permadani (tapestry) yang sering digunakan untuk menggambarkan cara Allah bekerja. Dari bawah, yang terlihat hanyalah benang-benang kusut, simpul yang tidak beraturan, dan warna-warna yang seolah tidak memiliki pola. Siapa pun yang melihat dari bawah akan berpikir bahwa hasilnya gagal. Namun ketika permadani itu dibalik, tampak sebuah gambar yang indah dengan setiap benang berada di tempat yang tepat. Sudut pandanglah yang membuat perbedaannya. Apa yang tampak kacau dari bawah ternyata adalah karya seni yang sempurna dari atas.
Demikian pula hidup kita. Sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk melihat dari sudut pandang Allah. Tuhan tidak pernah bekerja hanya pada satu bagian, tetapi sedang menyusun seluruh gambaran hidup kita. Yusuf hanya melihat sumur, penjara, dan pengkhianatan, tetapi Tuhan sedang mempersiapkan takhta. Murid-murid hanya melihat salib, tetapi Allah sedang mempersiapkan kebangkitan. Apa yang tampak seperti akhir, sering kali hanyalah satu bab dari kisah yang belum selesai.
Karena itu, jangan membangun keyakinan hanya berdasarkan apa yang mata lihat hari ini. Belajarlah melihat dengan iman. Percayalah bahwa Allah sedang menenun setiap bagian kehidupan menjadi rancangan yang indah. Seperti permadani yang baru terlihat indah ketika dibalik, demikian pula hidup kita akan dimengerti ketika kita melihatnya dari perspektif Tuhan. Kita mungkin hanya melihat satu potongan cerita, tetapi Allah memegang keseluruhan cerita. Dan di tangan-Nya, tidak ada satu pun bagian yang sia-sia.
BHS
Tidak ada komentar:
Posting Komentar