Rabu, 01 April 2026

Akulah Dia !!!

             Di Keluaran 3:14, Tuhan menyatakan diri-Nya kepada Moses sebagai “AKU ADALAH AKU” (I AM WHO I AM). Ini bukan sekadar nama, tetapi pewahyuan bahwa Dia adalah Pribadi yang tidak bergantung pada apa pun,Dia cukup dalam diri-Nya sendiri, sumber dari segala sesuatu, dan berkuasa atas waktu, keadaan, dan sejarah. Sejak awal, Tuhan ingin umat-Nya mengenal Dia bukan hanya dari perbuatan-Nya, tetapi dari siapa Dia—,Pribadi yang menjadi jawaban atas setiap kebutuhan manusia.

Berabad-abad kemudian, di taman Getsemani, Yesus berdiri menghadapi pasukan yang datang untuk menangkap-Nya (Yohanes 18:5–6). Ketika mereka bertanya, “Yesus dari Nazaret?”, Dia menjawab dengan sederhana namun penuh otoritas: “AKULAH DIA” (Ego Eimi). Pada saat itu juga, mereka mundur dan jatuh ke tanah. Satu pernyataan, satu identitas,cukup untuk merobohkan kekuatan manusia. Yesus sedang menyatakan bahwa Dia adalah Pribadi yang sama yang berbicara kepada Musa.

Namun yang mengejutkan, setelah pasukan itu jatuh, Yesus tidak melarikan diri. Dia tetap menyerahkan diri-Nya. Ini menunjukkan bahwa kuasa itu tidak pernah hilang dari-Nya,Dia hanya memilih untuk taat kepada rencana Bapa. “AKULAH DIA” bukan hanya kuasa untuk menjatuhkan musuh, tetapi juga kekuatan untuk tetap berdiri dalam ketaatan, bahkan menuju salib. Di sini kita melihat karakter Allah: bukan hanya Mahakuasa, tetapi juga penuh kasih dan penyerahan.

Sejarah mencatat banyak orang mengalami kuasa dari pewahyuan ini. Corrie ten Boom, seorang penyintas kamp konsentrasi, pernah bersaksi bahwa di tengah penderitaan yang tak terbayangkan, dia menemukan bahwa hadirat Tuhan selalu cukup. Dia tidak bergantung pada situasi, tetapi pada Pribadi yang berkata “AKU ADALAH”. Bahkan di tempat tergelap, identitas Tuhan tetap tidak berubah,dan itu yang menopang hidupnya.

Hari ini, ketika Tuhan berkata atas hidupmu, “AKULAH DIA”, itu berarti Dia adalah segala yang kamu butuhkan,di tengah ketakutan, tekanan, atau ketidakpastian. Ketika Tuhan berkata “AKU ADALAH”, Dia tidak hanya menjawab pertanyaanmu, Dia menjadi jawaban itu sendiri. Satu suara dari Tuhan lebih besar dari semua suara lain, dan sama seperti pasukan itu tidak mampu berdiri, demikian juga setiap hal yang melawan kehendak-Nya akan runtuh ketika Dia menyatakan diri-Nya.



BHS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar