Roma 12:1–2 berkata, “berubahlah oleh pembaharuan budimu.” Kata “berubahlah” berasal dari metamorphoo, yang berarti perubahan total, seperti metamorfosis. Ini bukan sekadar perbaikan diri, tetapi transformasi dari natur lama menjadi ciptaan baru di dalam Kristus.Gambaran ini seperti ulat yang menjadi kupu-kupu. Ulat tidak di-upgrade menjadi lebih baik, tetapi masuk dalam fase kepompong—fase tersembunyi yang menentukan segalanya. Di sanalah perubahan sejati terjadi, jauh dari sorotan.
Bangsa Israel juga mengalami fase ini. Padang gurun adalah masa kepompong,proses pembentukan yang panjang dan sering tidak dimengerti. Namun saat Yosua memimpin mereka masuk Tanah Perjanjian, itulah fase “kupu-kupu,” di mana janji Tuhan mulai tergenapi.
Dalam hidup kita, proses dari kepompong menjadi kupu-kupu seringkali tidak kita sadari sepenuhnya. Kita merasa biasa saja, bahkan kadang bingung, lemah, atau tidak mengerti arah Tuhan. Tetapi di balik itu semua, ada pekerjaan yang sedang berlangsung. Ada doa-doa yang dinaikkan oleh orang lain untuk kita—orang tua, pemimpin rohani, teman seiman,yang menjadi dorongan tak terlihat dalam roh. Ada support yang mungkin tidak selalu kita hargai saat itu, tetapi justru menjadi penopang di masa-masa kita hampir menyerah. Tuhan memakai banyak “alat tersembunyi” untuk menjaga kita tetap berada dalam proses-Nya.
Lebih dari itu, perubahan ini bukan hasil dari ambisi atau kemampuan kita sendiri. Metamorfosis rohani adalah karya supranatural Roh Kudus. Dialah yang bekerja dalam diam, mengubahkan hati, memperbaharui pikiran, dan menggeser arah hidup kita tanpa kita sadari sepenuhnya. Sampai pada satu titik—tiba-tiba terjadi “ledakan” ilahi, dan kita melihat diri kita sudah berbeda. Seperti yang dikatakan oleh Smith Wigglesworth, “It is impossible to overestimate the importance of being filled with the Spirit.” Karena pada akhirnya, bukan kekuatan kita yang melahirkan kupu-kupu itu,tetapi Roh Kudus yang setia menyelesaikan proses yang Ia mulai dalam hidup kita.
BHS
Tidak ada komentar:
Posting Komentar