Seringkali kita berdoa meminta Tuhan berbicara, tetapi ketika Dia benar-benar berbicara, kita tidak menyadarinya. Kita menunggu suara yang besar, spektakuler, dan mengguncangkan, padahal Tuhan sering hadir dalam cara yang sederhana dan halus. Seperti dalam Kisah Para Rasul 1:3, Yesus menunjukkan diri-Nya dengan banyak tanda, artinya kehadiran-Nya nyata, tetapi membutuhkan kepekaan untuk mengenalinya.
Kisah dua murid di Emaus dalam Lukas 24:13–32 menjadi cermin bagi kita. Mereka berjalan bersama Yesus, mendengar suara-Nya, bahkan hati mereka berkobar-kobar, tetapi mata mereka tertutup. Ini menunjukkan bahwa masalahnya bukan pada kehadiran Tuhan, melainkan pada kondisi hati manusia. Hati yang lelah, penuh kekecewaan, atau dipenuhi asumsi dapat membuat kita buta terhadap tanda-tanda ilahi.
Seringkali Tuhan sudah menjawab doa kita melalui proses, orang-orang di sekitar kita, atau bahkan melalui situasi yang tidak kita mengerti. Namun karena kita memiliki ekspektasi tertentu tentang bagaimana Tuhan “seharusnya” bertindak, kita melewatkan cara Tuhan yang sebenarnya. Kita mencari yang luar biasa, tetapi mengabaikan yang sederhana. Kita menunggu mujizat besar, tetapi tidak menyadari bahwa setiap langkah kecil yang dituntun Tuhan adalah bagian dari karya-Nya.
Kepekaan rohani tidak terjadi secara otomatis; itu dilatih melalui kedekatan dengan Tuhan. Semakin kita tinggal dalam firman, doa, dan persekutuan dengan Roh Kudus, semakin mata rohani kita terbuka. Sama seperti murid-murid di Emaus yang akhirnya mengenali Yesus saat roti dipecahkan, ada momen di mana Tuhan membuka mata kita, tetapi hati yang peka akan mempercepat pengenalan itu, bahkan sebelum momen itu datang.
“Tuhan tidak pernah berhenti menyatakan diri-Nya; manusialah yang sering berhenti mengenali tanda-tanda-Nya.” Karena itu, mari kita merendahkan hati dan meminta kepekaan. Jangan sampai kita berjalan bersama Tuhan, tetapi hidup seolah-olah Dia tidak ada. Latih hati untuk mengenali suara-Nya, karena di setiap musim hidup, Tuhan selalu meninggalkan jejak kehadiran-Nya bagi mereka yang mau melihat.
BHS
Tidak ada komentar:
Posting Komentar