Yesaya 40:31 (TB) “tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.”
Dalam Kitab Yesaya, kata “menanti-nantikan” berasal dari kata Ibrani qavah, yang berarti bukan sekadar menunggu, tetapi mengikatkan diri dengan Tuhan. Ini adalah tindakan yang aktif dan disengaja, seperti tali yang dipilin menjadi satu, hidup kita dipersatukan dengan kehendak dan hati-Nya setiap hari.
Mengikatkan diri bukan keputusan sekali, melainkan proses yang terus diulang. Di tengah tekanan, ketidakpastian, dan jawaban yang belum terlihat, kita memilih tetap melekat pada Tuhan. Kita tidak hidup dari apa yang kita lihat, tetapi dari siapa kita terhubung. Inilah rahasia kekuatan baru: bukan karena sekedar jawaban, tetapi karena kita tetap terikat pada sumber kekuatan itu sendiri.
Kita melihat gambaran ini dalam kehidupan Daud. Dalam Kitab Mazmur 27:14 tertulis, “Nantikanlah TUHAN! Kuatkan dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!” Daud tidak mengatakan ini dari tempat yang mudah, tetapi dari proses panjang penuh tekanan. Namun ia memilih untuk tetap tinggal dekat dengan Tuhan. Kekuatan Daud tidak berasal dari keadaan, tetapi dari hubungan yang tidak ia lepaskan.
“Menanti Tuhan bukan tentang menunggu waktu-Nya datang, tetapi tentang memastikan hatimu tidak pernah lepas dari-Nya.”
Hari ini adalah undangan untuk kembali qavah,b ukan hanya datang sekali, tetapi mengikatkan diri setiap hari kepada Tuhan. Dalam doa, dalam firman, dalam keputusan-keputusan kecil yang kita ambil, kita memilih untuk tetap melekat. Jangan tunggu keadaan berubah baru mendekat; justru dalam proses itulah kekuatan sedang dibangun. Saat kita dengan sengaja mengikatkan hati kita kepada Tuhan, kita tidak hanya bertahan,kita akan berjalan, berlari, bahkan terbang dalam kekuatan yang baru.
BHS
Tidak ada komentar:
Posting Komentar