Senin, 06 April 2026

Mata Rohani yang melihat

      Ketika mata rohani seseorang terbuka, ia tidak hanya melihat, ia akan mulai merespon. Dalam Lukas 17:15 (TB) tertulis, “Seorang dari mereka, ketika melihat, bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring.” Dari sepuluh orang kusta, hanya satu yang benar-benar “melihat.” Ia tidak hanya melihat kesembuhan secara fisik, tetapi menyadari siapa Pribadi di balik mujizat itu. “Ketika mata rohani terbuka, hati tidak bisa lagi tinggal diam, ia pasti kembali kepada Tuhan.”

Mata rohani yang terbuka selalu menghasilkan hati yang tersentuh. Orang yang melihat kebaikan Tuhan tidak akan hidup dalam sikap biasa-biasa saja. Ia akan terdorong untuk kembali, bersyukur, dan menyembah. Respon hati tidak bisa dipisahkan dari apa yang dilihat oleh roh kita. Semakin jelas kita melihat karya Tuhan, semakin dalam hati kita terbuka untuk Dia.

Sebaliknya, hati yang keras seringkali berasal dari mata yang tidak melihat. Banyak orang mengalami kebaikan Tuhan, tetapi tidak menyadarinya. Mereka menerima, tetapi tidak kembali. Mereka diberkati, tetapi tidak menyembah. Bukan karena Tuhan tidak bekerja, tetapi karena penglihatan rohani mereka tertutup, sehingga hati menjadi tumpul dan tidak peka.

Namun Tuhan rindu membuka mata hati kita. Efesus 1:18 (TB) berkata, “Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya.” Ketika mata hati diterangi, kita mulai memahami maksud Tuhan, melihat tangan-Nya dalam setiap musim, dan hati kita pun menjadi lembut serta siap merespon Dia.

Hari ini, jangan hanya meminta mujizat,mintalah mata rohani yang melihat.Karena ketika kita melihat dengan benar, hati kita akan terbuka. Dan hati yang terbuka akan selalu membawa kita kembali kepada Tuhan, untuk hidup dalam ucapan syukur dan penyembahan.



BHS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar