“Apabila seorang yang kuat dan yang lengkap bersenjata menjaga rumahnya sendiri, maka amanlah segala miliknya. Tetapi jika seorang yang lebih kuat dari padanya menyerang dan mengalahkannya, maka orang itu akan merampas perlengkapan senjata, yang diandalkannya, dan akan membagi-bagikan rampasannya.” Lukas 11:21–22 TB
Sering kali peperangan terbesar bukan melawan orang lain, tetapi melawan diri sendiri. Ada bagian dalam diri kita yang kuat: ego, keinginan daging, luka, kebiasaan, kenyamanan, ambisi, ketakutan, bahkan pola pikir yang sudah lama membangun “rumah” di dalam diri kita. Semuanya bisa terasa begitu kuat dan bahkan kita merasa mampu mengendalikannya. Tetapi prinsip Kerajaan Allah adalah: yang lebih kuat akan mengalahkan yang kuat. Karena itu kita tidak membutuhkan sekadar kemauan yang lebih keras; kita membutuhkan Pribadi yang lebih kuat, yaitu Roh Kudus yang bekerja di dalam kita.
Kita sering bertanya, “Seberapa kuat saya?” Padahal pertanyaan yang lebih penting adalah: “Siapa yang lebih kuat di dalam saya?” Kita adalah manusia fisik, tetapi kita juga adalah spiritual being. Ada peperangan antara apa yang kita inginkan secara daging dan apa yang Roh Kudus kehendaki. Daging berkata, “ikuti aku,” tetapi Roh berkata, “ikuti Kristus.” Kemenangan bukan terjadi ketika kita menjadi cukup kuat untuk mengalahkan diri sendiri, tetapi ketika Roh Kudus menjadi lebih kuat daripada keinginan yang menguasai kita.
Karena itu, jangan hanya berusaha memperkuat diri, perkuat manusia rohmu. Jangan hanya mengandalkan rutinitas agamawi, tetapi bangun kehidupan doa, firman, penyembahan, dan ketaatan. Sebab ada hal-hal dalam diri kita yang tidak bisa dikalahkan hanya dengan kemauan manusia. Yang kuat harus berhadapan dengan Yang Lebih Kuat. Ketika Roh Kudus memenuhi hidup kita, ego harus turun, daging harus tunduk, dan Kristus harus mengambil tempat utama. Kemenangan terbesar bukan ketika kita berhasil mengalahkan orang lain, tetapi ketika Roh Kudus mengalahkan apa yang selama ini menguasai kita.
BHS
Tidak ada komentar:
Posting Komentar