Jumat, 02 Oktober 2026

Kita ditengah sebuah Pertandingan

“Marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita, dengan mata yang tertuju kepada Yesus...”  Ibrani 12:1-2.

 Sering kali kita lupa bahwa kita sedang berada di gelanggang pertandingan. Kita terlalu sibuk menjalani kehidupan sehari-hari sampai kehilangan kesadaran bahwa hidup ini adalah sebuah perlombaan rohani. Kita bangun, bekerja, melayani, menghadapi masalah, mengejar kebutuhan, tetapi tanpa sadar mata kita mulai berpindah dari tujuan kepada keadaan. Kita masih berada di gelanggang, tetapi kita mulai hidup seolah-olah tidak sedang bertanding.

Ketika manusia roh kita tidak terus-menerus sadar, daging akan mengambil ruang dan mengubah fokus kita. Daging membuat kita lebih peka terhadap apa yang kelihatan daripada apa yang Tuhan sedang kerjakan. Kita mulai berpusat pada kenyamanan, luka, kebutuhan, pengakuan, uang, masalah, keberhasilan, bahkan pendapat manusia. Bukan karena semuanya itu selalu salah, tetapi karena semuanya dapat mencuri perhatian kita dari tujuan. Inilah bahaya terbesar di tengah pertandingan: bukan hanya jatuh, tetapi lupa bahwa kita sedang berlari menuju garis akhir. Ketika kesadaran roh melemah, perkara sementara menjadi terlihat besar, sedangkan perkara kekal menjadi semakin kabur.

Karena itu Paulus berkata, “dengan mata yang tertuju kepada Yesus.” Mata rohani harus terus diarahkan kepada Dia. Kita perlu terus mengingat: Aku sedang berlari. Aku punya panggilan. Aku punya tujuan. Ada garis akhir. Jangan biarkan apa yang terjadi di tengah perjalanan mendefinisikan seluruh perjalananmu. Tengah pertandingan bukan tempat untuk kehilangan fokus. Justru ketika tubuh mulai lelah, ketika keadaan mulai menekan, ketika suara-suara semakin banyak, manusia roh harus bangkit dan berkata kepada jiwa: “Ingat kembali untuk apa engkau dipanggil. Kita belum selesai. Teruslah berlari.”

Ada suara Tuhan yang sedang membangunkan kembali kesadaran rohani kita: “Jangan lupa bahwa engkau sedang berada di gelanggang.” Jangan berhenti untuk perkara-perkara yang hanya sementara. Jangan kehilangan tujuan karena terlalu lama melihat apa yang terjadi di tengah jalan. Angkat matamu. Lihat Yesus. Lihat garis akhir. Apa yang ada di depan lebih besar daripada apa yang sedang engkau hadapi di tengah perjalanan. Kita bukan dipanggil hanya untuk masuk ke gelanggang; kita dipanggil untuk menyelesaikan pertandingan. Bukan sekadar berlari, tetapi berlari sampai garis akhir. Bukan sekadar memulai dengan iman, tetapi menyelesaikan dengan iman.


BHS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar