“Gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.” Mazmur 23:4
Manusia membutuhkan penghiburan. Jiwa kita bisa lelah, hati kita bisa terluka, dan pikiran kita bisa dipenuhi kecemasan. Sering kali, ketika jiwa merasa kosong, kita berusaha menghiburnya dengan kesenangan duniawi, pencapaian, atau hal-hal yang membuat kita melupakan masalah untuk sementara. Namun, tidak semua yang menyenangkan jiwa sanggup memulihkan jiwa. Ada kesenangan yang hanya mengalihkan perhatian kita dari rasa sakit, tetapi tidak memberikan kepastian di tengah pergumulan.
Daud memiliki pemahaman yang berbeda tentang penghiburan. Ia berkata, “Gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.” Kata menghibur dalam bahasa Ibrani berasal dari akar kata נָחַם (nāḥam), yang dalam ayat ini muncul dalam bentuk יְנַחֲמֻנִי (yenachamuni), artinya menghibur atau memberikan penghiburan kepadaku. Perhatikan bahwa Daud tidak menyebut kesenangan duniawi sebagai sumber penghiburannya, melainkan gada dan tongkat Tuhan. Kata gada adalah שֵׁבֶט (shevet), yang menggambarkan tongkat pemukul atau alat perlindungan seorang gembala. Sementara itu, kata tongkat adalah מִשְׁעֶנֶת (mish'enet), yang berkaitan dengan penopang atau alat untuk menopang dan menuntun. Bagi Daud, kedua benda itu menjadi gambaran nyata tentang perlindungan dan pemeliharaan Sang Gembala.
Ketika Daud melihat gada Tuhan, ia memiliki alasan untuk percaya bahwa Sang Gembala sanggup menghadapi ancaman yang datang. Ketika ia melihat tongkat Tuhan, ia memiliki kepastian bahwa dirinya tidak berjalan tanpa tuntunan. Daud tidak harus menunggu semua ancaman lenyap atau seluruh jalan menjadi jelas untuk mengalami penghiburan. Ia menemukan ketenangan melalui pengenalan akan siapa Tuhan baginya. Inilah kepastian roh yang menguatkan jiwa: bukan keyakinan bahwa tidak akan ada masalah, melainkan keyakinan bahwa di tengah masalah, Tuhan tetap hadir, melindungi, dan menuntun.
Karena itu, jangan hanya mencari sesuatu untuk menyenangkan jiwamu; bangunlah manusia rohanimu untuk mengenal Tuhan. Jiwa yang lelah tidak selalu membutuhkan lebih banyak kesenangan, tetapi membutuhkan kepastian bahwa Tuhan tetap memegang kendali. Ketika manusia rohani kita bertumbuh, kita belajar menemukan ketenangan bukan hanya saat jawaban datang, melainkan juga saat kita masih berjalan dalam lembah. Penghiburan Daud bukan sekadar jawaban bagi jiwanya, melainkan kepastian dalam rohnya bahwa Sang Gembala tetap menyertainya.
BHS
Tidak ada komentar:
Posting Komentar