“Engkau akan tetap makan sehidangan dengan aku.” 2 Samuel 9:7 (TB)
Mefiboset adalah gambaran kita. Ia cacat, tidak berdaya, dan tinggal di Lodebar. Namun, karena perjanjian Daud dengan Yonatan, ia diangkat dan mendapat tempat di meja raja. Demikian juga kita, bukan karena kekuatan atau kelayakan kita, melainkan karena kasih karunia dan perjanjian Tuhan, kita mendapat bagian dalam Kerajaan-Nya. Kita yang dahulu jauh, kini mendapat tempat di hadapan Raja.
Di meja Raja tersedia sukacita, damai sejahtera, kasih, iman, dan pengharapan. Tetapi pertanyaannya: apa yang selama ini kita makan? Ketika menghadapi masalah, apakah kita menyantap ketakutan? Ketika menghadapi ketidakpastian, apakah kita menyantap kebimbangan? Ketika mengalami kekecewaan, apakah kita terus menyantap kepahitan? Kita sudah diundang duduk di meja Raja, tetapi pikiran kita masih sibuk menikmati makanan dari Lodebar. Kita lebih sering memikirkan masalah daripada merenungkan janji Tuhan, lebih banyak membicarakan ketidakmungkinan daripada memperkatakan iman.
Filipi 4:8 (TB) berkata, “Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.” Firman Tuhan mengajar kita untuk memilih apa yang memenuhi pikiran kita. Jika kita terus memberi makan ketakutan, iman kita akan melemah. Jika kita terus memberi makan kekhawatiran, damai sejahtera akan tergeser. Jika kita terus memberi makan kepahitan, kasih akan semakin sulit bertumbuh. Jangan heran jika hidup kita dipenuhi kecemasan ketika setiap hari kita memberi makan pikiran dengan hal-hal yang mencemaskan. Kita tidak bisa terus-menerus menyantap racun bagi jiwa, lalu berharap menghasilkan kehidupan yang sehat secara rohani.
Jangan memberi makan ketakutanmu, lalu berharap imanmu bertumbuh. Jangan memberi makan kekhawatiranmu, lalu bertanya mengapa damai sejahtera hilang. Raja sudah menyediakan hidangan-Nya. Berhentilah menyantap apa yang melemahkan jiwamu, dan mulailah menikmati apa yang Tuhan sediakan melalui firman-Nya. Saat ketakutan datang, santaplah janji Tuhan. Saat kebimbangan muncul, kuatkan dirimu dengan kebenaran firman-Nya. Saat keadaan tidak sesuai harapan, tetaplah percaya pada kesetiaan-Nya. Jangan biarkan masalah menjadi makanan harianmu, sampai engkau kehilangan selera terhadap firman Tuhan. Raja sudah menyediakan hidangan di meja-Nya, tetapi engkaulah yang harus memilih apa yang akan engkau makan.
BHS
Tidak ada komentar:
Posting Komentar