“Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus...” Ibrani 12:2
Salah satu peperangan terbesar generasi ini adalah distraksi. Iblis tidak selalu harus membuat kita jatuh ke dalam dosa; terkadang cukup membuat kita terlalu sibuk untuk memandang Yesus. Kita bisa sibuk bekerja, sibuk melayani, sibuk membangun, sibuk memikirkan masa depan, bahkan sibuk melakukan pekerjaan Tuhantetapi perlahan kehilangan kesadaran akan Tuhan. Tangan tetap bekerja, pikiran tetap berjalan, tetapi mata hati tidak lagi tertuju kepada Yesus. Inilah bahaya terbesar: aktivitas tetap berjalan, tetapi pusatnya telah bergeser.
Petrus berjalan di atas air karena matanya tertuju kepada Yesus. Selama Yesus menjadi fokusnya, sesuatu yang mustahil menjadi mungkin. Tetapi ketika matanya beralih kepada angin, ia mulai melihat apa yang sedang melawannya, bukan siapa yang sedang memanggilnya. Distraksi mengubah apa yang kita lihat, dan apa yang kita lihat akan menentukan bagaimana kita berjalan. Ketika fokus bergeser dari Yesus kepada keadaan, iman mulai digantikan oleh ketakutan. Langkah yang tadinya lahir dari iman mulai goyah karena perhatian kita dikuasai oleh badai.
Karena itu, Tuhan sedang memanggil kita kembali kepada single focus. Bukan berarti kita harus berhenti bekerja atau meninggalkan tanggung jawab. Justru kita harus bekerja lebih kuat, berpikir lebih tajam, melayani lebih sungguh, dan berlari lebih cepat ,tetapi dengan mata hati yang tetap tertuju kepada Yesus. Inilah sibuk yang ilahi: tangan bekerja, pikiran berpikir, kaki bergerak, tetapi roh tetap sadar akan hadirat-Nya. Jangan sampai kita begitu sibuk membangun sesuatu untuk Tuhan sehingga kita kehilangan Tuhan yang sedang kita bangun bersama-Nya.
Musim ini membutuhkan orang-orang yang tidak mudah dialihkan. Ketika dunia menarik perhatian kita ke segala arah, gereja harus belajar kembali memandang satu Pribadi. Ketika badai membesar, jangan fokus kepada besarnya badai fokus kepada besarnya Kristus. Ketika banyak suara berbicara, jangan biarkan semuanya menentukan arah langkahmu. Tetapkan mata kepada Yesus, sebab ke mana mata hati kita tertuju, ke sanalah hidup kita akan bergerak. Kita tidak dipanggil untuk hidup tanpa kesibukan; kita dipanggil untuk hidup tanpa kehilangan fokus. Boleh sibuk, tetapi jangan kehilangan Yesus.
BHS
Tidak ada komentar:
Posting Komentar