Ada satu prinsip rohani yang terlihat jelas di dalam Alkitab: apa yang kita sembunyikan di dalam hidup kita dapat menentukan masa depan kita. Dua kisah dalam Kitab Yosua menunjukkan hal ini dengan sangat kontras yaitu kisah Rahab dan Akhan.
Rahab adalah seorang perempuan di Yerikho yang mengambil keputusan berani ketika dua pengintai Israel datang ke kotanya. Ia menyembunyikan mereka di rumahnya karena ia percaya kepada Tuhan. Alkitab mencatat, “Perempuan itu menyembunyikan kedua orang itu” (Kitab Yosua 2:4). Apa yang Rahab sembunyikan sebenarnya bukan hanya dua orang, tetapi keberpihakan hatinya kepada kehendak Tuhan. Bahkan ia berkata, “TUHAN, Allahmu, Dialah Allah di langit di atas dan di bumi di bawah” (Kitab Yosua 2:11).
Sebaliknya, Akhan juga menyembunyikan sesuatu, tetapi yang ia sembunyikan adalah dosa. Ia mengambil barang yang dikhususkan bagi Tuhan dan berkata, “Aku melihat… aku mengingininya lalu mengambilnya; semuanya itu disembunyikan di dalam kemahku” (Kitab Yosua 7:21). Apa yang tersembunyi di dalam kemahnya akhirnya membawa kekalahan bagi Israel dan kehancuran bagi dirinya.
Namun Rahab menyembunyikan sesuatu yang selaras dengan kehendak Tuhan, dan dari tindakan iman yang tersembunyi itu lahirlah keselamatan. Ketika Yerikho dihancurkan, Alkitab berkata, “Rahab… beserta seluruh kaum keluarganya dibiarkan hidup” (Kitab Yosua 6:25). Bahkan kemudian Rahab disebut sebagai contoh iman dalam Surat Ibrani 11:31, karena ia menerima para pengintai dengan iman.
“Faith is often hidden, but it is never unseen by God.” - Charles Spurgeon
Karena itu ketaatan kepada Tuhan tidak selalu terlihat oleh banyak orang. Kadang itu terjadi dalam keputusan-keputusan kecil yang tersembunyi. Tetapi ketika seseorang berani menyembunyikan di dalam hatinya iman dan keberpihakan kepada kehendak Tuhan, Tuhan sanggup memakai hal yang tersembunyi itu untuk membawa keselamatan yang besar.
BHS
Tidak ada komentar:
Posting Komentar