Markus 11:13–14: “Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat sesuatu padanya. Tetapi waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun saja…
”Ketika itu Yesus Kristus melihat sebuah pohon ara dari kejauhan. Daunnya lebat. Secara visual, pohon itu terlihat sehat dan menjanjikan. Dalam kultur saat itu, pohon ara yang sudah berdaun biasanya sudah memiliki bakal buah. Artinya, daun menjadi tanda bahwa ada sesuatu di dalamnya. Tetapi ketika Yesus mendekat dan mencari, ternyata tidak ada buah sama sekali.
Ini bukan soal Yesus lapar semata. Ini tindakan simbolik. Ini pesan rohani. Daun berbicara tentang sesuatu yang terlihat dari luar. Aktivitas. Kesibukan. Pelayanan. Karunia. Reputasi rohani. Media sosial yang penuh ayat. Jadwal pelayanan yang padat. Dari jauh semua tampak hidup. Orang melihat dan berpikir, “Wah, ini pasti berbuah.” Tetapi Tuhan tidak berhenti pada apa yang terlihat. Ia selalu mendekat. Dan ketika Ia mendekat, Ia mencari buah.
Buah berbicara tentang karakter yang berubah. Tentang hati yang lembut. Tentang kasih yang nyata kepada orang rumah. Tentang integritas saat tidak ada yang menonton. Tentang ketaatan yang tetap berdiri walau tidak sedang di mimbar. Buah itu tidak bisa dipasang seperti dekorasi. Buah lahir dari akar yang dalam. Dari persekutuan yang tersembunyi. Dari proses yang seringkali tidak terlihat orang.
Yang membuat peristiwa ini serius adalah ini: pohon itu tidak terlihat mati. Ia terlihat hidup. Tapi sebenarnya kosong. Inilah bahaya kehidupan rohani yang hanya penuh daun. Ramai aktivitas, tapi sepi intimasi. Sibuk melayani, tapi jarang duduk di hadirat. Banyak bicara tentang Tuhan, tapi sedikit hidup bersama Tuhan.
Kadang kita berpikir Tuhan hanya melihat hasil besar. Padahal yang Ia cari adalah keaslian. Lebih baik pohon kecil dengan beberapa buah nyata daripada pohon besar yang hanya memberi bayangan tapi tidak memberi makan siapa pun. Kerajaan Allah tidak dibangun oleh kesan, tetapi oleh kehidupan yang benar-benar berbuah.
Renungannya sederhana tapi dalam: ketika Tuhan mendekat ke hidup kita hari ini, apa yang Ia temukan? Apakah hanya daun , atau ada buah? Jangan hanya kelihatan rohani. Jadilah sungguh-sungguh hidup di dalam Dia. Karena pada akhirnya, yang bertahan bukan daun. Daun bisa gugur. Tetapi buah membawa kehidupan bagi orang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar