Shalom pagi ini kita akan merenungkan firman dari 1 Raja-raja 3:7,9
“Aku ini masih sangat muda dan belum berpengalaman dalam memerintah.” (ay.7)“Berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang faham menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu…” (ay.9)
kita melihat sesuatu yang tajam dari kehidupan Salomo. Ia sudah memiliki takhta, nama besar sebagai anak Daud, dan seluruh sistem kerajaan. Namun ia sadar satu hal: memiliki posisi tidak sama dengan memiliki kapasitas. Karena itu ia tidak meminta hasil, ia meminta hikmat. Ia tidak berkata, “Beri aku keberhasilan,” tetapi secara esensi ia berkata, “Beri aku kemampuan untuk memproses tanggung jawab ini.”
Hikmat Tuhan lebih penting dari segalanya karena hikmat adalah fondasi penjaga berkat. Kekayaan tanpa hikmat akan menghancurkan pemiliknya. Kuasa tanpa hikmat berubah menjadi tirani. Pengaruh tanpa hikmat menjadi manipulasi. Bahkan karunia tanpa hikmat bisa berujung pada kejatuhan. Yang berbahaya bukanlah berkatnya, tetapi ketidakdewasaan dalam mengelolanya. dalam bahasa english memakai kata " Understanding Heart " hati yang mengerti dan menimbang.
Sering kali kita berdoa minta pintu dibuka, pelayanan dibesarkan, dan pengaruh diperluas. Tetapi jarang kita meminta hati yang mampu menimbang dengan benar. Tanpa hikmat Tuhan, berkat menjadi beban. Tanpa hikmat, keputusan lahir dari emosi, ambisi, atau tekanan —,bukan dari suara Tuhan.
Hari ini doa kita perlu diluruskan: Tuhan, jangan hanya tambahkan hasil dalam hidupku, tambahkan hikmat-Mu. Karena ketika hikmat menjadi dasar, setiap berkat akan terjaga, setiap keputusan akan tepat, dan setiap tanggung jawab akan dijalankan untuk kemuliaan-Nya.
BHS
Tidak ada komentar:
Posting Komentar