Rabu, 04 Maret 2026

Jangan Beri Akses

               Ada satu prinsip rohani yang sering diabaikan: iblis tidak butuh pintu besar, dia hanya butuh celah kecil. Firman Tuhan berkata, “Janganlah beri kesempatan kepada Iblis” (Efesus 4:27). Kata kesempatan berasal dari bahasa Yunani topos, yang berarti tempat, ruang, wilayah legal. Artinya, iblis tidak bisa masuk sembarangan; dia mencari akses. Dia mencari ruang yang kita izinkan, lewat kompromi kecil, kepahitan yang dipelihara, atau kelalaian yang dianggap sepele.

Karena itu, hidup rohani tidak boleh setengah sadar. “Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati, dan Kristus akan bercahaya atas kamu” (Efesus 5:14). Spiritually awake bukan pilihan tambahan bagi orang percaya, tetapi kebutuhan mendasar. Kita tidak bisa terlihat rohani di mimbar, tetapi longgar dalam kehidupan pribadi. Terang Kristus bersinar atas mereka yang bangun dan waspada.

Yesus sendiri memperingatkan, “Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan” (Matius 26:41). Berjaga-jaga adalah gaya hidup, bukan momen sesekali. Doa adalah sistem keamanan rohani yang menjaga hati tetap peka. Tanpa doa, kepekaan tumpul. Tanpa kewaspadaan, batas-batas mulai kabur, dan celah kecil perlahan menjadi retakan besar.

Api tidak padam sekaligus; ia meredup pelan-pelan ketika tidak dijaga. Demikian juga kehidupan rohani. Tanpa kewaspadaan, api bisa padam tanpa kita sadari. Tanpa doa, celah akan terbuka diam-diam. Karena itu, tetaplah terjaga, tutup setiap akses, dan jaga mezbah hatimu tetap menyala.


BHS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar