Selasa, 10 Maret 2026

Percayalah Tuhan Selalu Ada

 Ibrani 13:5 berkata:

“Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.”

Penyertaan Tuhan tidak selalu berarti kita merasakan genggaman tangan-Nya setiap saat. Ada musim dalam hidup ketika doa terasa biasa, penyembahan terasa sunyi, dan hati tidak merasakan apa-apa. Namun firman Tuhan tidak berkata bahwa Dia akan menyertai kita hanya ketika kita merasakan-Nya. Firman Tuhan berkata dengan tegas: “Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” Artinya, kehadiran Tuhan tidak ditentukan oleh perasaan kita, tetapi oleh kesetiaan janji-Nya.

Sering kali Tuhan, sebagai seorang Bapa, mengizinkan anak-anak-Nya belajar berjalan dalam iman. Seperti seorang ayah yang mengajari anaknya berjalan, kadang ia melepaskan tangan anak itu sejenak supaya anak itu belajar melangkah sendiri. Anak itu mungkin merasa berjalan sendirian, tetapi sebenarnya sang ayah tetap berdiri dekat, memperhatikan setiap langkahnya. Demikian juga Tuhan. Walaupun kita tidak selalu merasakan kehadiran-Nya, Dia tetap menjaga, melihat, dan memimpin langkah hidup kita.

A. W. Tozer pernah berkata, “God is always present, but only sometimes manifest.” Tuhan selalu hadir, tetapi tidak selalu memanifestasikan kehadiran-Nya dengan cara yang dapat kita rasakan. Itulah sebabnya iman tidak dibangun di atas emosi rohani, melainkan di atas firman Tuhan yang kekal dan tidak berubah.

Karena itu, ketika hidup terasa sunyi dan langit seolah-olah diam, peganglah janji Tuhan dalam Ibrani 13:5. Walaupun kita tidak selalu merasakan tangan-Nya menggandeng kita, bukan berarti Dia tidak ada. Dia tetap berjalan bersama kita, memperhatikan setiap langkah, dan menjaga hidup kita dengan kasih seorang Bapa yang tidak pernah meninggalkan anak-anak-Nya.


BHS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar