Senin, 16 Februari 2026

Bangkitlah Lagi

                    Kitab Amsal 24:16 “Karena tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana.”

Sering kali kita bertanya: mengapa orang benar bisa jatuh sampai tujuh kali? Bukankah orang benar seharusnya kuat dan tidak tergoyahkan? Namun Alkitab tidak pernah berkata bahwa orang benar tidak pernah jatuh. Justru ayat ini menegaskan kenyataan hidup: orang benar pun bisa tersandung, gagal, kecewa, bahkan membuat kesalahan. Angka “tujuh” berbicara tentang berulang kali, tentang proses, tentang musim ujian yang tidak hanya sekali. Tuhan tidak menyembunyikan fakta bahwa perjalanan iman memiliki pergumulan.

Perbedaannya bukan pada “jatuh”-nya, tetapi pada “bangkit”-nya. Orang fasik juga jatuh. Tetapi ketika orang benar jatuh, ia tidak menjadikan kejatuhan itu identitasnya. Ia kembali kepada Tuhan. Ia bertobat. Ia berdiri lagi. Ia tetap mengikut Tuhan. Sedangkan orang fasik jatuh dan memilih tinggal di sana , tidak mau berubah, tidak mau kembali, tidak mau merendahkan hati. Orang benar mungkin goyah, tetapi hatinya tetap melekat pada Tuhan.

Contohnya jelas dalam kehidupan Raja Daud. Ia pernah jatuh dalam dosa besar dengan Batsyeba. Itu bukan kesalahan kecil. Tetapi ketika ditegur, Daud merendahkan diri, bertobat, dan kembali mencari wajah Tuhan. Bandingkan dengan Raja Saul. Saul juga jatuh dalam ketidaktaatan, tetapi ia lebih sibuk mempertahankan citra daripada bertobat. Daud jatuh dan bangkit. Saul jatuh dan perlahan hancur.

Mungkin hari ini ada yang merasa sudah jatuh berkali-kali, dalam pelayanan, dalam karakter, dalam komitmen rohani. Jangan berhenti pada kejatuhanmu. Orang benar bukanlah orang yang tidak pernah gagal, tetapi orang yang selalu kembali kepada Tuhan. Jika engkau masih mau bangkit, masih mau bertobat, masih mau mengikuti Dia, itulah tanda bahwa engkau adalah orang benar. Bangkitlah lagi. Tuhan tidak pernah menolak hati yang kembali.


BHS 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar