Habakuk 2:3 (TB)“Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, tetapi ia bersegera menuju kesudahannya dengan tidak menipu; apabila berlambat-lambat, nantikanlah itu, sebab itu sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh.”
Ayat ini berbicara tentang satu hal yang sering sulit kita terima: waktu Tuhan berbeda dengan waktu kita. Tuhan tidak pernah asal bicara. Setiap penglihatan, setiap janji, setiap firman yang Dia lepaskan memiliki “waktu lahirnya” sendiri. Mungkin terlihat lambat di mata kita, tetapi di balik layar Tuhan sedang menggerakkan semuanya menuju penggenapan. Ketika Tuhan berkata “nantikanlah,” itu bukan perintah pasif, melainkan ajakan untuk tetap percaya di tengah proses.
Masalahnya bukan pada kepastian janji, tetapi pada waktu penggenapannya. Kita sering gelisah ketika sesuatu terasa lama. Misalnya, seorang ibu yang sudah lama mendoakan anaknya kembali ke jalan Tuhan. Atau seorang pelayan Tuhan yang merasa dipanggil untuk kebangunan rohani di sekolah, tapi bertahun-tahun belum melihat tanda apa pun. Secara manusia kita berpikir, “Tuhan, kenapa lama?” Tapi firman ini jelas: “apabila berlambat-lambat, nantikanlah itu.” Penantian bukan tanda Tuhan lupa. Penantian adalah ruang pembentukan.
Tuhan tidak pernah menipu. Dunia bisa memberi harapan palsu, manusia bisa berubah, tapi karakter Tuhan tidak berubah. Seperti tertulis dalam Bilangan 23:19, “Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta.” Kalau Dia sudah berbicara tentang keluarga kita, pelayanan kita, generasi kita itu tidak akan gagal. Yang sering terjadi, sebelum janji itu tergenapi, Tuhan sedang mengerjakan sesuatu di dalam diri kita. Dia membentuk kesabaran, kerendahan hati, dan ketekunan. Seperti kata Pengkhotbah 3:11, Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya , bukan pada waktu kita.
Habakuk 2:4 dalam Kitab Habakuk berkata, “orang benar akan hidup oleh percayanya.” Jadi ketika penglihatan terasa lama, jangan mundur. Tetap berdiri. Tetap berdoa. Tetap setia. Karena janji Tuhan itu bukan sedang diam , ia sedang berjalan menuju penggenapannya. Dan pada waktunya, kita akan melihat: Tuhan tidak pernah terlambat, dan tidak pernah salah.
BHS
Tidak ada komentar:
Posting Komentar