Jumat, 13 Februari 2026

Pentingnya Koreksi

            Orang yang paling sulit berubah adalah orang yang tidak mau dikoreksi. Dan orang yang paling sulit sembuh adalah orang yang tidak merasa dirinya sakit. Kesadaran adalah pintu pertama menuju pemulihan. Tanpa kerendahan hati, tidak ada pertumbuhan. Tanpa pengakuan akan kebutuhan, tidak ada transformasi. Itulah sebabnya Alkitab menegaskan bahwa koreksi bukan tanda penolakan, melainkan tanda kasih. Amsal 3:11–12 berkata bahwa Tuhan memberi ajaran kepada yang dikasihi-Nya seperti seorang ayah kepada anak yang disayangi-Nya. Teguran adalah bahasa kasih seorang Bapa.

Seringkali kita salah mengartikan koreksi sebagai serangan terhadap harga diri. Padahal justru di sanalah Tuhan sedang membentuk karakter kita. Ibrani 12:6 menegaskan, “Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya.” Disiplin bukan hukuman untuk menjatuhkan, tetapi proses untuk menguatkan. Emas dimurnikan dalam api, dan hati dimurnikan melalui teguran. Jika kita menolak koreksi, kita sebenarnya sedang menolak proses pembentukan.

Kesombongan membuat seseorang kebal terhadap suara peringatan. Hati yang keras selalu membela diri, mencari alasan, dan menutup telinga. Namun Wahyu 3:19 berkata, “Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!” Kata “relakanlah” menunjukkan sikap aktif , membuka hati, bukan mengeraskannya. Kerendahan hati adalah kunci untuk mengalahkan kesombongan. Orang yang mau ditegur sedang memberi ruang bagi Roh Kudus untuk bekerja lebih dalam.

Jangan takut dikoreksi. Justru di sanalah kita diproses menjadi lebih serupa Kristus. Amsal 27:6 berkata bahwa seorang kawan memukul dengan maksud baik. Teguran yang lahir dari kasih akan menghasilkan kehidupan. Nilai yang harus kita pegang adalah kerendahan hati, kepekaan, sikap mau belajar, dan hati yang mudah diajar. Sebab orang yang menerima teguran sedang berjalan menuju kedewasaan, tetapi orang yang menolaknya sedang menunda pertumbuhan. Hari ini, jika Tuhan menegurmu, jangan lari. Rendahkan hati , karena di sanalah engkau sedang dibentuk menjadi lebih baik.


BHS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar