Suatu kali Yakub, dalam keadaan sangat lelah, tertidur dan bermimpi. Ia melihat sebuah tangga yang ujungnya sampai ke langit, dan malaikat-malaikat Allah naik turun di atasnya. Di sana Tuhan berdiri dan menyatakan janji-Nya kepada Yakub. Ketika ia terbangun, ia berkata, “Sesungguhnya TUHAN ada di tempat ini, dan aku tidak mengetahuinya.” (Kejadian 28:12–16). Sebuah pernyataan yang begitu dalam , Tuhan hadir, tetapi manusia bisa saja tidak menyadarinya. Betapa sering hal yang sama terjadi dalam hidup kita.
Yakub kemudian berkata lagi, “Alangkah dahsyatnya tempat ini! Ini tidak lain dari rumah Allah, ini pintu gerbang sorga.” (Kejadian 28:17). Kesadaran akan hadirat Tuhan mengubah cara pandangnya terhadap tempat itu. Tempat biasa menjadi tempat kudus. Tanah biasa menjadi gerbang surga. Ketika kita memiliki awareness, rohani akan hadirat-Nya , hidup yang terasa biasa pun menjadi penuh makna, arah, dan kekuatan. Hadirat Tuhan bukan soal perasaan, tetapi soal pengenalan dan kepekaan hati.
Sebelum Yesus naik ke surga, Ia berjanji bahwa akan datang Pribadi yang sama untuk menyertai kita. Yesus berkata, “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya.” (Yohanes 14:16). Kata “Penolong yang lain” dalam bahasa Yunani adalah allos, yang berarti “yang lain dari jenis yang sama” Pribadi yang sama dalam esensi dan natur. Roh Kudus bukan sekadar kuasa, tetapi Pribadi ilahi yang membawa kehadiran Yesus sendiri. Bahkan Yesus berkata, “Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (Matius 28:20).Dua belas murid memiliki kesempatan berjalan bersama Yesus secara fisik. Namun kita hari ini memiliki kesempatan berjalan bersama Yesus melalui Roh Kudus . Pribadi yang sama, hadir dalam dan bersama kita. Kesadaran akan kehadiran-Nya adalah titik kemenangan kita. Ketika kita menyadari bahwa Tuhan ada di sini, di tengah pergumulan, pelayanan, dan keseharian kita, maka kita tidak lagi berjalan sendiri. “Karena di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada.” (Kisah Para Rasul 17:28). Di tengah kesibukan sekolah, pekerjaan, mengurus anak, bahkan saat berkendara di jalan ,sadari kehadiran-Nya selalu. Hadirat-Nya bukan hanya untuk mimbar atau ruang doa, tetapi untuk setiap detik kehidupan. Saat kita sadar Dia ada, damai menggantikan cemas, iman menggantikan takut, dan kekuatan menggantikan lelah. Di sanalah letak kemenangan kita.
BHS
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar