Senin, 23 Februari 2026

Mengalahkan Ketakutan

             Ketakutan bukan sekadar emosi, tetapi roh yang berusaha melumpuhkan iman. Firman Tuhan berkata dalam 2 Timotius 1:7, “Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.” Artinya jelas: ketakutan bukan berasal dari Bapa. Jika sumbernya bukan dari Tuhan, maka kita tidak boleh menerimanya sebagai bagian dari identitas kita. Kita tidak dipanggil untuk hidup dikuasai rasa gentar, tetapi dipenuhi Roh yang membangkitkan.

Ketakutan adalah musuh besar iman. Mengapa? Karena takut secara tidak sadar menyatakan bahwa Tuhan tidak cukup mampu. Ketika kita takut berlebihan, kita sedang membesarkan masalah dan mengecilkan Allah. Padahal iman berkata, “Jika Tuhan di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?” Ketakutan membisikkan kemungkinan terburuk, tetapi iman berdiri di atas janji Tuhan yang tidak pernah gagal. Akibat dari ketakutan sangat nyata: panik, kebingungan, dan keputusan yang salah arah. Dalam kepanikan, seseorang bisa melangkah tanpa hikmat. Dalam kebingungan, seseorang bisa kehilangan fokus panggilan. Ketakutan membuat seseorang bereaksi, bukan bertindak dengan pimpinan Roh. Dan ketika keputusan diambil dari ketakutan, sering kali itu menjauhkan seseorang dari destiny yang sudah Tuhan siapkan sejak semula.

Karena itu kita membutuhkan roh keberanian. Bukan keberanian karena kemampuan diri, bukan percaya diri yang bersumber dari kekuatan manusia. Keberanian sejati lahir dari kesadaran bahwa Bapa menyertai kita. Seperti yang dikatakan kepada Yosua dalam Kitab Yosua 1:9, “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu… sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau ke mana pun engkau pergi.” Keberanian alkitabiah berakar pada penyertaan, bukan pada kapasitas.

Hari ini, jika ada ketakutan yang mencoba mencuri langkahmu, tolak itu. Ingat kembali siapa Bapamu. Roh yang ada di dalam kita bukan roh ketakutan, tetapi Roh yang membangkitkan, menguatkan, dan meneguhkan. Destiny tidak ditentukan oleh besarnya badai, tetapi oleh besarnya iman kepada Dia yang memegang arah hidup kita



BHS 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar