Kejadian 21:1 menegaskan satu hal yang tidak bisa digeser: “Tuhan memperhatikan Sara… dan Tuhan melakukan seperti yang dijanjikan-Nya.” Perhatikan polanya , Tuhan berfirman, Tuhan memperhatikan, Tuhan melakukan. Semuanya dimulai dari perkataan Tuhan. Bukan dari kesiapan Sara. Bukan dari kekuatan Abraham. Bahkan bukan dari iman mereka yang selalu stabil. Awalnya bukan manusia, tetapi suara Allah.
Sara mengandung bukan karena usahanya berhasil. Rahimnya tertutup secara alami, usianya telah lewat, dan secara logika itu mustahil. Namun yang mustahil menjadi nyata karena ada satu hal yang mendahului semuanya: Tuhan sudah berkata. Ketika Tuhan mengucapkan janji, realitas mulai bergerak menuju penggenapan. Firman Tuhan bukan sekadar informasi; firman-Nya adalah kuasa pencipta yang memulai sesuatu dari ketiadaan. Seperti pada awal penciptaan “Berfirmanlah Allah…” dan terang pun jadi , demikian juga dalam hidup orang percaya, setiap musim baru selalu diawali oleh suara-Nya.
.jpg)
Ini yang perlu kita tajamkan dalam hati: kesaksian hidup tidak lahir dari kemampuan kita mempertahankan Tuhan, tetapi dari kesetiaan Tuhan mempertahankan firman-Nya. Kita sering berpikir hasil tergantung pada kekuatan doa kita, kedewasaan iman kita, atau konsistensi kita. Tetapi Alkitab menunjukkan bahwa sumbernya bukan kita. Semua dimulai dari Dia. Jika Tuhan tidak berbicara, tidak ada yang bergerak. Jika Tuhan tidak berjanji, tidak ada yang bisa kita klaim. Iman kita bukan menciptakan janji; iman kita hanya merespons janji yang sudah lebih dulu diucapkan-Nya.
Sering kali jarak antara janji dan penggenapan terasa panjang. Ada musim menunggu, ada masa diam, ada fase di mana tidak ada tanda-tanda yang terlihat. Tetapi Kejadian 21 membuktikan bahwa diamnya Tuhan bukan berarti lupa. Ketika waktunya tiba, Dia memperhatikan dan Dia melakukan. Tuhan tidak pernah lalai atas firman-Nya sendiri. Waktu boleh berjalan, usia boleh bertambah, keadaan boleh terlihat tertutup , namun firman Tuhan tidak pernah kedaluwarsa.
Pagi ini, mari kembali kepada fondasi yang benar: hidup orang percaya dimulai dari perkataan Tuhan. Pelayanan dimulai dari perkataan Tuhan. Panggilan dimulai dari perkataan Tuhan. Masa depan dimulai dari perkataan Tuhan. Bukan karena kita mampu, tetapi karena Dia telah mengatakannya. Dan ketika Tuhan sudah berkata, langit dan bumi akan bekerja sama untuk menggenapinya. Tugas kita bukan menciptakan hasil, tetapi berpegang pada suara-Nya. Karena satu kalimat dari Tuhan cukup untuk mengubah sejarah hidup kita selamanya.
BHS
Tidak ada komentar:
Posting Komentar