Shalom , Hari ini kita akan melanjutkan renungan singkat tentang 7 jemaat di kitab wahyu dan hari ini adalah jemaat yang ke-3 yaitu Pergamus. Jemaat Pergamus bukan jemaat yang jauh dari Tuhan. Mereka tetap mengaku nama Yesus dan bertahan di lingkungan yang sangat gelap secara rohani. Tuhan sendiri mengakui kesetiaan mereka. Dari luar, hidup rohani mereka terlihat baik dan aktif.
Namun arti nama Pergamus memberi gambaran yang dalam. Pergamus berarti “menikah” atau “bersatu”. Inilah masalah utamanya: iman yang bersatu dengan dunia. Mereka tidak meninggalkan Tuhan, tetapi juga tidak mau benar-benar berpisah dari dosa. Mereka mencoba mendekat kepada Tuhan tanpa menjauh dari gaya hidup lama. Di sinilah kompromi mulai bekerja. Tuhan menegur mereka karena membiarkan ajaran Bileam dan pengajaran pengikut Nikolaus hidup di tengah jemaat. Bileam mengajarkan bagaimana umat Tuhan tetap beribadah tetapi sekaligus menikmati dosa. Bukan menolak Allah, melainkan mencari jalan tengah. Sedangkan Nikolaus yang namanya berarti “menaklukkan umat” hal ini melambangkan ajaran yang membuat dosa terasa wajar karena dibungkus dengan bahasa rohani dan anugerah. Inilah dosa yang dibungkus rohani: salah, tetapi tidak lagi terasa salah.Karena itu Yesus menyatakan diri-Nya dengan pedang bermata dua. Firman Tuhan datang untuk membelah, menyingkap, dan memurnikan. Tuhan tidak bisa disatukan dengan kompromi. Kedekatan dengan Tuhan selalu menuntut keberanian untuk melepaskan dosa.
Namun Tuhan tetap memberi harapan. Ia berkata, “Bertobatlah.” Artinya selalu ada jalan kembali. Kepada mereka yang menang atas kompromi, Tuhan menjanjikan manna tersembunyi dan nama baru pemeliharaan dan identitas yang dipulihkan. Pesan Pergamus jelas bagi kita hari ini: kita tidak bisa menikahkan iman dengan dosa. Jika mau dekat dengan Tuhan, kita harus berani hidup kudus.
BHS
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar