Amsal 18:24 berkata bahwa ada sahabat yang lebih karib daripada seorang saudara. Ini bukan sekadar bicara tentang relasi sosial, tetapi tentang pertemanan yang lahir dari rancangan Tuhan. Persahabatan ilahi tidak terjadi hanya karena hobi yang sama, latar belakang yang sama, atau lingkungan yang sama. Itu terjadi karena Tuhan yang mempertemukan, menyatukan hati, dan mengikat dalam tujuan-Nya. Ada tangan Tuhan di balik setiap perjumpaan yang ilahi.
Kita melihat gambaran ini dalam kisah Daud dan Yonatan. Jiwa mereka terpaut bukan karena kepentingan politik, tetapi karena perjanjian rohani. Yonatan mengenali urapan atas Daud, dan ia memilih berdiri mendukung panggilan Tuhan dalam hidup sahabatnya. Persahabatan ilahi selalu berakar pada pengenalan akan kehendak Tuhan, bukan pada keuntungan pribadi. Ia lahir dari roh yang sama, visi yang sama, dan kasih yang murni.
Melalui sahabat ilahi, kita ditajamkan. Besi menajamkan besi. Tuhan sering memakai seorang sahabat untuk menegur kita, menguatkan kita, bahkan meluruskan arah kita. Tidak jarang, ketika kita berdoa meminta jawaban, Tuhan tidak langsung mengirim suara dari langit, Dia mengirim seorang sahabat. Lewat nasihatnya, doanya, kehadirannya, kita menemukan jawaban. Sahabat ilahi adalah salah satu cara Tuhan menyatakan kasih dan penyertaan-Nya secara nyata.
Karena itu, hargailah orang-orang yang Tuhan tempatkan di sekelilingmu. Jangan anggap remeh mereka yang setia berjalan bersamamu, baik di musim sulit maupun di musim kemenangan. Bisa jadi, merekalah alat Tuhan untuk menjaga panggilanmu tetap menyala.
Doakan mereka, jaga perjanjian hati, dan bangun relasi yang berakar pada Tuhan. Sebab persahabatan ilahi bukan kebetulan ,itu bagian dari strategi surga atas hidupmu.
BHS
Tidak ada komentar:
Posting Komentar