Selasa, 17 Februari 2026

PenyertaanNya yang Terpenting

           Di dalam Kitab Keluaran 33:15 Berkatalah Musa kepada-Nya: ”Jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah suruh kami berangkat dari sini.

kita melihat hati seorang pemimpin yang sudah tersentuh oleh kemuliaan. Musa berbicara dengan Tuhan “muka dengan muka,” lalu berkata, “Jika Engkau tidak menyertai kami, jangan suruh kami berangkat dari sini.” Itu bukan kalimat emosional; itu adalah keputusan rohani. Musa sudah mencicipi hadirat Tuhan. Ia tahu rasanya berdiri di Gunung Sinai ketika kemuliaan turun seperti api. Ia tahu apa artinya masuk Kemah Pertemuan dan mengalami Allah yang hidup. Dan setelah seseorang mengalami itu, ia tidak bisa kembali hidup biasa.

Musa mengerti bahwa penyertaan Tuhan bukan sekadar bonus perjalanan , itu adalah inti perjalanan. Tanah Perjanjian memang janji, tetapi hadirat Tuhan adalah sumbernya. Tanah bisa memberi susu dan madu, tetapi hanya hadirat yang memberi identitas dan arah. Musa sadar: tanpa Tuhan berjalan di tengah mereka, Israel hanyalah bangsa pengembara dengan ambisi rohani. Namun dengan Tuhan, bahkan padang gurun pun menjadi tempat kemuliaan dinyatakan.

Ketika seseorang sudah mencicipi hadirat Tuhan, seleranya berubah. Ia tidak lagi puas dengan keberhasilan luar. Ia tidak lagi terpesona oleh pencapaian semata. Ada lapar yang lebih dalam — lapar akan Tuhan sendiri. Musa bahkan berkata, “Perlihatkanlah kiranya kemuliaan-Mu kepadaku.” Ia tidak berhenti pada pengalaman pertama. Penyertaan Tuhan membuatnya haus akan lebih lagi, karena hadirat bukan tujuan sekali jadi, tetapi perjalanan yang terus diperbarui.

Renungan bagi kita hari ini sederhana namun bagi saya pribadi sangat dalam dan harus selalu menjadi warning bagi kita ,apakah kita mengejar janji, atau mengejar Pribadi yang berjanji? Orang yang belum mencicipi hadirat akan mudah berkompromi demi hasil. Tetapi orang yang sudah tersentuh kemuliaan akan berkata seperti Musa, “Tanpa Engkau, aku tidak mau melangkah.” Sebab pada akhirnya, bukan destinasi yang menopang hidup kita , melainkan penyertaan Tuhan yang setia berjalan bersama kita.


BHS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar