Shalom hari ini ada sebuah ayat yang akan kita baca di Injil Markus 9:23-24 TB Jawab Yesus: ”Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!” Segera ayah anak itu berteriak: ”Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!”
Kalimat ini “Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!” adalah doa yang lahir dari hati yang berani jujur. Ayah itu tidak datang dengan iman yang sempurna, tetapi dengan hati yang terbuka. Ia tidak menyembunyikan ketakutannya di balik kalimat rohani. Ia berani mengakui bahwa di dalam dirinya masih ada sisa keraguan. Justru kejujuran itulah yang menjadi pintu bagi kuasa Tuhan bekerja. Ketidakpercayaan mulai dipatahkan ketika kita berhenti berpura-pura kuat dan memilih datang apa adanya.
Ketidakpercayaan tidak selalu berbentuk penolakan terhadap Tuhan; sering kali ia tumbuh dari luka, kekecewaan, dan penantian yang panjang. Ia berbisik pelan, mempertanyakan kesetiaan Tuhan, dan perlahan melemahkan keberanian untuk berharap. Karena itu, obatnya bukan menjauh, melainkan mendekat. Berdoalah bukan hanya ketika iman sedang kuat, tetapi justru ketika hati sedang goyah. Di dalam doa, kita tidak hanya meminta jawaban; kita menerima keberanian baru untuk tetap percaya.
Bacalah Firman setiap hari, sebab Firman menyalakan kembali keyakinan yang hampir padam. Seperti tertulis dalam Surat Roma 10:17, iman timbul dari pendengaran akan Firman Kristus. Ketika kita memenuhi pikiran dengan janji Tuhan, suara keraguan mulai kehilangan kekuatannya. Roh keberanian untuk percaya lahir dari persekutuan yang intim dengan Tuhan. Firman menjadi dasar yang kokoh ketika perasaan kita tidak stabil.
Hari ini, jangan takut datang kepada Tuhan dengan hati yang belum sempurna. Datanglah seperti ayah itu , jujur, terbuka, dan berharap. Katakan, “Tuhan, di bagian ini aku masih lemah, tetapi aku tetap memilih percaya.” Di situlah mujizat dimulai. Ketidakpercayaan tidak dikalahkan oleh usaha manusia, tetapi oleh hati yang berani bersandar sepenuhnya kepada-Nya. Dan ketika kita terus berdoa dan berpegang pada Firman, roh keberanian untuk percaya akan bangkit, mengalahkan setiap keraguan yang pernah mengikat hati kita.
BHS
Tidak ada komentar:
Posting Komentar