Kamis, 26 Februari 2026

Tuhan pemilik Waktu

        Waktu bukan sekadar angka di jam. Waktu adalah alat di tangan Tuhan. Dalam Efesus 5:16 tertulis: “Dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.”

Kata “pergunakanlah” dalam bahasa Yunani adalah exagorazō (ἐξαγοράζω), yang secara harfiah berarti menebus, membeli kembali, mengambil sesuatu dari pasar supaya tidak hilang. Ini bukan sekadar memakai waktu, tetapi menyelamatkan waktu dari kesia-siaan. Artinya, setiap kesempatan harus “dibeli kembali” untuk tujuan Tuhan. Waktu tidak boleh dibiarkan lewat tanpa makna ilahi.

Menebus waktu bukan soal menjadi sibuk atau produktif secara duniawi. Ini tentang memastikan setiap musim hidup kita selaras dengan rencana Tuhan. Karena Tuhan adalah pemilik waktu. Dalam Yoel 2:25 Tuhan berkata bahwa Ia memulihkan tahun-tahun yang hilang. Ini menunjukkan bahwa waktu ada di bawah otoritas-Nya. Bahkan dalam 2 Petrus 3:8 dikatakan satu hari bagi Tuhan seperti seribu tahun, dan seribu tahun seperti satu hari. Dia tidak dibatasi oleh waktu, Dia menguasainya. Karena itu kita tidak sedang melawan waktu hanya untuk kemaksimalan atau pencapaian. Kita menebus waktu supaya hidup kita menghidupi rencana-Nya. Orang yang mengerti ini tidak panik ketika terasa lambat dan tidak lengah ketika terasa cepat. Ia sadar setiap detik adalah ladang kekekalan.

Seperti tertulis dalam Pengkhotbah 3:11: “Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya.”Ketaatan membuat waktu menjadi indah. Ketika hidup kita selaras dengan kehendak-Nya, waktu bukan lagi ancaman, waktu menjadi alat Tuhan untuk membentuk, mempercepat, dan menggenapi destiny kita. 


BHS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar