Jumat, 06 Februari 2026

Tetap Setia - Jemaat Filadelfia

          Jemaat Filadelfia bukan jemaat yang mengesankan di mata manusia. Tidak besar, tidak kuat, tidak punya pengaruh politik maupun religius. Yesus sendiri berkata, mereka hanya punya “kekuatan yang kecil.” Artinya: pilihan terbatas, posisi tawar rendah, dan hampir tidak punya kuasa untuk mengatur keadaan. Namun justru di titik inilah nilai mereka muncul. Filadelfia tidak meninggalkan firman, tidak menyangkal nama Yesus, dan tidak mengubah arah hanya karena keadaan menekan. Kesetiaan mereka bukan hasil situasi yang nyaman, tetapi buah dari hati yang sudah mengambil keputusan untuk tetap taat.

Menariknya, nama Filadelfia berarti kasih persaudaraan (phileo + adelphos). Ini bukan kasih yang emosional atau heroik, tapi kasih yang setia , kasih yang bertahan, berjalan bersama, dan tidak meninggalkan. Nama ini mencerminkan identitas mereka: jemaat yang mungkin kecil, tapi hangat; tidak kuat secara struktur, tapi kuat dalam relasi dan komitmen. Kesetiaan mereka lahir dari kasih yang terus menyala, bukan dari ambisi untuk terlihat besar.

Kesetiaan Filadelfia juga terlihat dari konsistensi, bukan momen besar. Mereka tidak spektakuler, tidak viral, dan tidak dikenal luas, tetapi mereka terus berjalan di jalur yang sama. Di saat banyak orang setia hanya selama masih kuat, Filadelfia setia walau kecil. Di saat banyak orang mengukur panggilan dari hasil, mereka mengukur hidup dari ketaatan. Inilah kesetiaan yang membuat Tuhan berkata, “Aku mengenal pekerjaanmu.” Bukan karena besar hasilnya, tapi karena lurus jalannya.  Karena kesetiaan itu, Tuhan mempercayakan kepada mereka sebuah pintu yang tidak dapat ditutup oleh siapa pun. Pintu ini bukan hadiah instan, melainkan kepercayaan jangka panjang. Tuhan tidak membuka pintu besar kepada orang yang tidak tahan proses. Filadelfia tidak sibuk mencari pintu; mereka menjaga firman. Dan ketika mereka setia pada yang kecil, Tuhan membuka yang besar. Kesetiaan yang teruji selalu mendahului akses ilahi.

Akhirnya Tuhan berkata, mereka akan dijadikan tiang di Bait Allah. Tiang tidak bergerak, tidak menonjol, dan tidak mencari sorotan. Tetapi tanpa tiang, bangunan runtuh. Kesetiaanlah yang membuat seseorang layak dipercaya untuk menopang pekerjaan Tuhan. Filadelfia mengingatkan kita: Tuhan tidak sedang mencari orang yang cepat naik, tetapi orang yang mau tetap berdiri. Dan mereka yang mau berdiri setia—meski kecil—itulah yang Tuhan tetapkan untuk tinggal dan dipakai sampai akhir.


BHS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar