Jumat, 18 September 2026

Dengarlah Nasehat dari Hikmat Allah

“Karena hanya dengan perencanaan engkau dapat berperang, dan kemenangan tergantung pada penasihat yang banyak.” Amsal 24:6. 

Alkitab tidak melarang kita mencari nasihat; justru kita diperintahkan untuk memiliki banyak penasihat. Tetapi ada satu hal yang harus kita waspadai: tidak semua orang yang banyak bicara memiliki hikmat dari Tuhan. Ada orang yang bisa memberi pendapat dengan sangat meyakinkan, tetapi perkataannya justru membawa kita keluar dari kehendak Allah. Amsal 11:14 berkata, “Jikalau tidak ada pimpinan, jatuhlah rakyat, tetapi jikalau penasihat banyak, keselamatan ada.” Banyak penasihat bukan berarti banyak suara yang harus kita ikuti. Banyak penasihat berarti banyak sumber hikmat yang harus kita uji di hadapan Tuhan.

Hati-hati, sebab nasihat yang salah bisa membawa kita ke arah yang salah tanpa kita sadar. Rehabeam pernah mendapatkan nasihat dari para tua-tua, tetapi ia menolak nasihat mereka dan memilih nasihat orang-orang muda yang ada bersamanya. Hasilnya? Kerajaan terpecah (1 Raja-raja 12:6–19). Karena itu jangan hanya bertanya, “Apa pendapatmu?” tetapi tanyakan juga, “Apakah orang ini mengenal Tuhan? Apakah hidupnya takut akan Tuhan? Apakah perkataannya selaras dengan Firman?” Amsal 9:10 berkata, “Takut akan TUHAN adalah permulaan hikmat.” Orang yang tidak takut Tuhan mungkin memiliki pengalaman, pendidikan, koneksi, bahkan keberhasilan, tetapi belum tentu memiliki hikmat untuk menuntun hidup kita. Jangan serahkan arah hidupmu kepada orang yang tidak tunduk kepada Tuhan.

Kehidupan John Wesley. Dalam perjalanan pelayanannya, Wesley dikenal memiliki komunitas dan orang-orang yang menolongnya bertumbuh dalam disiplin rohani, penginjilan, dan kehidupan kudus. Kebangunan rohani tidak lahir dari seorang manusia yang berjalan sendirian, tetapi dari kehidupan yang terus dibentuk oleh Firman, doa, komunitas, dan nasihat rohani. Kita membutuhkan orang lain, tetapi kita tidak membutuhkan sembarang suara. Carilah penasihat yang ketika berbicara tidak hanya mengandalkan logika manusia, tetapi membawa kita kembali kepada Tuhan. Seperti Amsal 15:22 berkata, “Rancangan gagal kalau tidak ada pertimbangan, tetapi terlaksana kalau penasihat banyak.”

Jadi, carilah penasihat yang banyak, tetapi carilah penasihat yang takut akan Tuhan. Jangan mudah terpesona oleh orang yang pandai berbicara; lihat buah hidupnya. Jangan hanya mencari orang yang mengatakan apa yang ingin kita dengar; carilah orang yang berani mengatakan apa yang perlu kita dengar. Dan ketika banyak nasihat sudah kita terima, bawa semuanya kembali kepada Tuhan. Manusia bisa memberi nasihat, tetapi Tuhan yang memberi hikmat. “Jika di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia meminta kepada Allah” (Yakobus 1:5). Hati-hati dengan suara yang keras tetapi kosong dari hikmat Tuhan. Lebih baik sedikit suara yang takut akan Tuhan daripada banyak suara yang membawa kita menjauh dari Tuhan.


BHS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar