Sebab Aku ini, TUHAN, Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu: Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau Yesaya 41:13
Kita hidup di zaman yang membuat banyak orang mudah takut. Berita perang, konflik antarbangsa, ekonomi yang tidak menentu, harga kebutuhan yang meningkat, ancaman kehilangan pekerjaan, masa depan anak-anak, bahkan perkembangan teknologi dan AI yang mengubah begitu banyak hal,semuanya dapat membuat hati kita bertanya, “Bagaimana masa depan saya?” Tetapi di tengah dunia yang terus berubah, Tuhan memberikan satu pesan yang tidak berubah: “Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau.” Perhatikan, Tuhan tidak berkata bahwa tidak akan ada masalah. Tuhan memberikan sesuatu yang jauh lebih besar daripada jaminan bahwa masalah tidak datang: jaminan bahwa kita tidak menghadapinya sendirian.
Yesaya 41:13 berkata, “Sebab Aku ini, TUHAN, Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu: Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau.” Ada dua hal yang Tuhan lakukan: Ia memegang dan Ia berbicara. Ketika Tuhan memegang tangan kita, kita tidak perlu berjalan dengan kekuatan sendiri. Dan ketika Tuhan berkata, “Jangan takut,” Dia sedang mengingatkan kita bahwa ketakutan tidak boleh menjadi suara yang menentukan langkah kita. Mungkin keadaan belum berubah, tetapi tangan Tuhan tidak pernah kehilangan kendali. Kita mungkin tidak tahu apa yang akan terjadi besok, tetapi kita tahu siapa yang memegang kita hari ini.
Ada sebuah kisah nyata tentang Ernest Shackleton, penjelajah Antarktika, yang pada 1914 memimpin ekspedisi dengan kapal Endurance. Kapalnya terjebak dan akhirnya hancur oleh tekanan es, membuat seluruh timnya harus bertahan dalam kondisi yang sangat ekstrem. Mereka menghadapi dingin, kelaparan, dan ketidakpastian tentang apakah mereka akan selamat. Namun Shackleton terus memimpin mereka, membawa mereka melewati perjalanan yang sangat berbahaya hingga akhirnya seluruh awak berhasil diselamatkan. Kisah itu mengingatkan kita bahwa keberanian bukan berarti tidak menghadapi keadaan yang menakutkan. Keberanian adalah terus melangkah ketika keadaan menakutkan, karena kita percaya ada tangan yang menuntun kita. Dalam hidup kita pun mungkin ada “es” yang sedang menghimpit, tetapi Tuhan berkata: Jangan takut.
Hari ini, jangan biarkan berita menjadi lebih keras daripada suara Tuhan. Jangan biarkan keadaan ekonomi lebih besar daripada imanmu. Jangan biarkan ketidakpastian masa depan mencuri damai sejahteramu. Yesaya 41:13 bukan sekadar perintah untuk tidak takut; ini adalah alasan mengapa kita tidak perlu takut: “Aku ini TUHAN, Allahmu, memegang tangan kananmu.” Kita tidak tahu apa yang akan terjadi besok, tetapi kita tahu siapa yang memegang tangan kita. Karena itu, bangunlah hari ini dengan iman dan katakan: “Aku tidak takut terhadap masa depan, karena Tuhan memegang tanganku. Aku tidak berjalan sendirian. Akulah yang ditolong oleh Tuhan.”
BHS
Tidak ada komentar:
Posting Komentar